Andre Rosiade Apresiasi Program Kompor Listrik Erick Thohir

Faidah Sofuroh - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 11:28 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meminta Menteri BUMN Erick Thohir membantu proses pencairan hak-hak pensiunan PT Semen Padang.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan penggunaan kompor listrik/induksi dapat memberikan penghematan untuk negara. Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengapresiasi program dari Erick.

"Saya kira ini bentuk kejelian melihat kompor listrik sebagai bentuk penghematan. Karena penggunaan energi listrik lebih murah ketimbang dengan penggunaan gas," ujar Andre Rosiade dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Andre mengatakan dorongan penggunaan kompor listrik ini juga merupakan bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional dan dilakukan dengan dukungan masyarakat.

"Dan semangat yang lain adalah, kita bisa menekan impor elpiji. Dari sini kita bisa membangun kemandirian, tidak ada lagi ketergantungan," tutur Andre.


Ketua DPD Gerindra Sumbar ini juga mengapresiasi sinergi antara Erick Thohir dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sinergi antara 11 BUMN dengan Kementerian PUPR itulah yang melandasi penggunaan kompor listrik. Kerja sama itu terkait penguatan ketahanan energi nasional salah satunya dalam upaya menekan impor di masa depan.

Sebelas BUMN tersebut adalah, PLN, PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Hutama Karya Tbk, PT Brantas Abipraya, PT Pembangunan Perumahan, PT Amarta Karya, PT Nindya Karya, dan Perum Perumnas. Serta 1 BUMN Perbankan, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk. Kerja sama itu terkait komitmen mendukung konversi kompor induksi. Serta, penguatan pelayanan di sektor perbankan dengan kerja sama antara BTN dan Kementerian PUPR terkait integrasi data pengguna listrik para penerima FLPP.

Ketua DPD Gerindra Sumbar ini juga mengapresiasi sinergi antara Erick Thohir dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sinergi antara 11 BUMN dengan Kementerian PUPR itulah yang melandasi penggunaan kompor listrik. Kerja sama itu terkait penguatan ketahanan energi nasional salah satunya dalam upaya menekan impor di masa depan.

"Sinergi antara Menteri BUMN dan Menteri PUPR ini menjadi langkah nyata dalam membangun ketahanan energi," tutur Andre.

Kompor listrik menjadi salah satu opsi untuk mengerem impor LPG. Maka itu, pemerintah tengah mendorong pemakaian kompor ramah lingkungan tersebut. Selain itu, kompor listrik juga memberikan keuntungan bagi masyarakat. Sebab, pemakaian kompor listrik disebut lebih irit.

Dalam acara penandatangan nota kesepahaman yang merupakan sinergi antara PLN dengan BUMN dan Kementerian PUPR, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, pihaknya bersama kementerian lain berusaha mendorong pemakaian kompor listrik. Erick bahkan menyebut, untuk yang meminjam uang di Bank BTN harus memiliki kompor listrik.

"Kita juga bicara mengenai kompor listrik ini, kami kementerian dan tentu PLN man-challenge bener nggak, kalau diganti kompor masyarakat juga menghemat? Kalau diganti kompor nambah ya pasti nggak mau. Karena kita coba hitung rata-rata per bulannya makanya keluar angka Rp 147 ribu dengan (kompor) listrik Rp 118 ribu," katanya.

"Karena itu kita memberanikan diri, menggerakkan program ini bersama seluruh kementerian supaya masyarakat juga bisa menggunakan kompor listrik, dan didukung tadi kepada fasilitas-fasilitas yang memang terus dibangun pemerintah, baik Perumnas ataupun (BUMN) Karya-karya yang mendapat penugasan. Bahkan sama BTN juga sama, semua yang minjam uang ke BTN ya harus pakai kompor listrik juga termasuk swasta," terangnya.

(fhs/ega)