Cerita Putri Papua Ikut Pendidikan di Pusdik Kowad: Antara Hidup dan Mati

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 15:31 WIB
Serda Lisbeth Duwith
Serda Lisbeth Duwith (Foto: dok. TNI AD)

Sebelumnya diberitakan Serda Lisa telah dinyatakan lulus Pendidikan Pertama Bintara Prajurit Karier TNI AD Program Otonomi Khusus (Otsus) Putra dan Putri Asli Papua Pria Tahun Anggaran 2020. Dia selesai menjalani pendidikan materi dasar keprajuritan selama 20 minggu, sejak 4 November 2020 hingga 23 Maret 2021.

Jalan Serda Lisa untuk menjadi prajurit Kowad penuh lika-liku. Anak keempat dari enam bersaudara ini terpaksa menggunakan uang kuliah kakaknya untuk dapat ikut seleksi calon bintara karier TNI AD di Kota Sorong, Papua Barat. Akibatnya, kakaknya terpaksa putus kuliah.

"Pertama saya untuk mau berangkat ke Kota Sorong dari Sorong Selatan, Mama mengambil gaji Bapak, gaji terakhir Bapak sebesar Rp 3 juta," cerita Lisa.

Serda Lisbeth DuwithFoto: Serda Lisbeth Duwith (dok. TNI AD)

"Setelah itu ketabrakan dengan kakak karena pada hari itu kakak harus membayar semester untuk lanjut semester berikutnya. Saya harus hari itu juga berangkat, harus membawa uang karena di kota harus membutuhkan biaya contohnya administrasi, berkas-berkas yang harus di fotokopi," sambung Lisa.

Saat proses seleksi di tingkat daerah, Lisa mengalami musibah banjir. Dia kemudian menerjang air setinggi 5 meter sambil menyelamatkan perlengkapan yang masih dibutuhkan untuk proses seleksi bintara karier TNI AD.

"Pas pantukhir daerah, malamnya itu hujan di Kota Sorong, hujan besar, itu hujan dari atas dan saya di bawahnya itu banjir. Saya berenang keluar dari kamar karena tolakan arus kencang, pikul barang, berenang keluar, (kedalaman air) 5 meter," kata Lisa.

Halaman

(aud/imk)