Riya, Sifat Buruk yang Dapat Menghancurkan Nilai Ibadah

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 14:53 WIB
Grand Mosque menjadi masjid ikonik di Paris. Kini muncul perdebatan terkait rencana membangun sebuah masjid di wilayah Strasbourg dengan dana publik.
Foto: Getty Images/Abdulmonam Eassa
Jakarta -

Riya memiliki beberapa arti. Dalam buku berjudul "Ikhlas" oleh Dr. Umar Sulaiman al-Asygar, menurut Ibn Hajar, Riya artinya memamerkan ibadah dengan maksud dilihat oleh manusia sehingga mereka memberikan pujian kepadanya.

Sedangkan definisi riya menurut Abu Bakr ibn Arabi adalah memperlihatkan diri ketika melakukan suatu amal, sementara hatinya menginginkan pujian dari manusia.

Dan ada pula arti dari riya menurut al-Shan'ani adalah mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan untuk memperoleh popularitas atau perhatian dari selain Allah atau untuk memperoleh tujuan duniawi seperti harta dan hal serupa lainnya.

Dilansir dalam "Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali" oleh M. Abdul Mujieb, Syafi'ah dan H. Ahmad Ismail M menyebutkan riya menjadi salah satu tanda-tanda orang munafik dan termasuk orang-orang celaka di akhirat kelak, sebagaimana yang dikemukakan dalam firman Allah SWT:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa: 142)

Riya menjadi sifat yang berlawanan dengan ikhlas. Di dalam Islam, ikhlas dan takut riya adalah ajaran luhur. Manfaatnya adalah tidak ada motif kemunafikan dalam beramal.

Jika amal atau ibadah hanya ditujukan kepada Allah, ia tidak mengharapkan balasan dan pujian. Amalnya akan istiqamah (konsisten).

Siapapun yang sering riya dalam ibadahnya, maka Allah SWT mengatakan dirinya akan celaka. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Maun ayat 4-6:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ - ٤
Artinya: Maka celakalah orang yang salat,

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ - ٥
Artinya: (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,

الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ - ٦
Artinya: yang berbuat ria,

Sehingga Nabi Muhammad SAW sangat mewaspadai sifat riya ini, sampai-sampai menyebutnya sebagai sifat syirik kecil. Karena niat orang yang riya dalam ibadah semata-mata bukan hanya karena Allah SWT.

(lus/erd)