350 Orang Tertipu Bisnis Rental Mobil Gadungan
Kamis, 02 Mar 2006 16:40 WIB
Jakarta - Hati-hati dengan bisnis rental mobil gadungan di Jakarta. Sebab, setidaknya 350 orang telah tertipu dengan bisnis ini. Mereka melaporkan kasus penipuan ini ke Polda Metro Jaya. Para korban yang diwakili oleh 50 orang itu mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Rabu (2/3/2006). Mereka mengadukan kisah pahit yang mereka alami ke Sentra Pelayanan Kepolisian.Pihak yang dilaporkan mereka adalah David Johannes Lamberd, pimpinan PT Mandiri Muda Indonesia. Perusahaan inilah yang telah menipu mereka. Salah seorang korban, Andi, mengaku tertarik terjun ke bisnis ini setelah melihat iklan PT Mandiri Muda Indonesia di koran Pos Kota beberapa waktu lampau. Perusahaan yang beralamatkan di Jl. Pinang Raya, Cilandak, Pondoklabu, Jakarta Selatan, ini menawarkan keuntungan yang menggiurkan bagi investor yang mau menanamkan investasi di bidang rental mobilnya itu. Investor yang dimaksud adalah para pemilik mobil yang mau meminjamkan mobilnya kepada perusahaan itu untuk disewakan. Setiap mobil yang dipinjamkan, perusahaan akan memberikan keuntungan yang bervariasi tergantung jenis mobil. Mobil Daihatsu Xenia, misalnya, si pemilik mobil akan mendapatkan uang Rp 3,1 juta per bulan. Mobil Suzuki APV dihargai Rp 2,9 juta per bulan dan Toyota Kijang Rp 4,3 juta per bulan. Andi mengaku telah meminjamkan dua mobilnya, Xenia dan APV, ke PT Mandiri Muda Indonesia itu sejak Juni 2005. Awalnya, kompensasi uang pinjaman dua mobilnya itu diterimanya lancar-lancar saja. "Saya mendapatkan Rp 6 juta per bulan," ujar dia. Namun Desember 2005, pembayaran oleh PT Mandiri Muda Indonesia mulai seret. Andi tidak menerima lagi uang Rp 6 juta per bulan itu. Akhirnya, Andi dan para pemilik mobil lainnya pun menemui David Johannes Lamberd sebagai pimpinan PT Mandiri Muda Indonesia pada Desember 2005. Tapi saat ditemui, David tidak berani nongol. Menurut staf perusahaan, David sedang berada di Singapura. Setelah tidak bisa mendapatkan haknya itu, Andi dan kawan-kawan baru paham bila mereka menjadi korban penipuan. Sebab saat ini, selain sudah tidak mendapatkan uang dari PT Mandiri Muda Indonesia, mereka juga tidak mengetahui di mana mobil-mobil mereka. Mereka tidak main-main. Menurut Andi, sedikitnya ada 800 mobil yang telah diserahkan kepada David. Namun, mobil-mobil itu tak diketahui ke mana rimbanya. Karena itu mereka meminta pertanggungjawaban David Johannes Lemberd.
(asy/)











































