Datangi Istana & RRI, Mahasiswa Tuntut Penutupan Freeport
Kamis, 02 Mar 2006 16:29 WIB
Jakarta - Aksi menuntut penutupan PT Freeport Indonesia terus berlanjut. Kali ini tuntutan puluhan mahasiswa Papua ini tak lagi disuarakan di Plaza 89, melainkan di Kantor Presiden. Massa yang berjumlah sekitar 50 tiba di depan Kantor Presiden, Jakarta, pukul 14.30 WIB, Kamis (2/3/2006). Massa tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Jakarta untuk Papua. Masa membawa bendera kuning sebagai simbol matinya rakyat Papua akibat penindasan. Mereka juga membawa tifa, alat musik tabuh khas Papua yang dibunyikan sepanjang aksi. Mervin Komber menyatakan, aksi itu mengusung empat tuntutan. Pertama, menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menutup PT Freeport Indonesia. Kedua, pemerintah harus menyelesaikan masalah Papau melalu Majelis Rakyat Papua (MRP).Ketiga, nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia. Keempat, membebaskan semua mahasiswa dan masyarakat yang ditahan akibat memprotes Freeport. "Freeport harus ditutup karena menyebabkan kesengsaraan rakyat dan kerusakan lingkungan," kata peserta aksi ini. Pada pukul 15.30 WIB, massa bergeser ke Radio Republik Indonesia (RRI), Jalan Merdeka Barat. Mahasiswa Papua itu meminta radio itu mengizinkan mereka menyiarkan protes terhadap Freeport. Dirut RRI Parni Hadi yang melihat aksi itu tak keberatan mereka siaran.
(iy/)











































