Ketum PPP Bertemu Airlangga Lagi Malam Ini, Bahas Koalisi Pilpres?

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 16:25 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Suharso Monoarfa (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) PPP Suharso Monoarfa akan kembali bertemu dengan Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto malam nanti. Apakah akan membahas koalisi Pilpres 2024?

"Itu pertemuan biasa saja, pertemuan balasan saja. Kalau kemarin pertemuan Pak Harso dan Pak Airlangga. Sekarang ada pertemuan lanjutan," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Awiek mengatakan, sebagai sesama menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi), keduanya tentu akan membahas sinergi program perekonomian dengan perencanaan pembangunan nasional jangka panjang. Terlebih, pemerintah berencana akan memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Kemudian, Awiek menyebut sesama pimpinan partai, keduanya juga akan membahas terkait situasi politik di Tanah Air. Termasuk kemungkinan berkoalisi di Pilpres 2024.

"Apalagi RUU Pemilu tidak jadi direvisi. Kalau sebelumnya Pak Harso dan Pak Airlangga bertemu sebelum RUU Pemilu dikeluarkan dari Prolegnas, sekarang ketemunya setelah RUU dikeluarkan dari Prolegnas. Kan beda momentumnya," ucapnya.

"Apakah itu berkaitan dengan keluar masuknya RUU Pemilu? Ya bisa jadi namanya aja pembicaraan politik, termasuk juga kemungkinan menyamakan persepsi di 2024," imbuhnya.

Awiek menegaskan bahwa PPP sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai mana pun di Pilpres 2024 nanti. Sepanjang visi-misi sama, dengan Golkar pun tidak akan menutup kemungkinan.

"Apalagi hari ini tidak ada satu pun parpol yang memenuhi ambang batas pencalonan presiden, yakni 20 persen kursi atau 25 persen suara. Hampir tidak ada, jadi harus berkoalisi," katanya.

Maka dari itu, PPP sangat terbuka untuk menjajaki komunikasi politik dengan partai mana pun. Termasuk Partai Golkar dan partai lain yang sudah menjalin komunikasi dengan baik.

"Ya secara sudah ketemu dengan Pak Airlangga, itu dengan Golkar. Kan tidak tahu juga misalnya PPP secara informal sudah komunikasi misalnya dengan partai lain. Biasa saja dalam politik seperti itu," ujarnya.

Awiek menilai Airlangga merupakan sosok yang bagus. Sebab, kata dia, Airlangga menjadi Ketum Golkar berarti orang terbaik yang dipilih para kader Golkar.

"Tapi dalam menghadapi pemilu presiden untuk dicalonkan sebagai capres tentu banyak pertimbangan-pertimbangannya. Pertama, aspek popularitas, kemudian kualitasnya yang berikut elektabilitasnya. Kalau dengan PPP belum ada deal-deal apa pun, sebatas komunikasi politik biasa, penjajakan awal," pungkasnya.

Simak juga Video: Survei Sebut Anies Capres Favorit Milenial, Golkar Tetap Dukung Airlangga

[Gambas:Video 20detik]



(fas/gbr)