Demokrat AHY Balas Marzuki Alie: Tak Ada Maling Mau Disebut Maling!

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 14:40 WIB
Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief dan Sekretaris Bappilu Kamhar Lakumani
Kamhar Lakumani dan Andi Arief (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) menilai wajar jika kubu Moeldoko gerah dan risi disebut melakukan begal hingga rampok terkait isu pengambilalihan kantor DPP Partai Demokrat. PD menyebut frasa tersebut yang paling jujur menggambarkan pihak Moeldoko.

"Marzuki Alie dan Rahmad tak perlu risi dengan diksi-diksi yang dipresentasikan pengurus DPP Partai Demokrat dan kader-kader Partai Demokrat," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Kamhar menyebut seharusnya kubu Moeldoko tidak risi lantaran kata-kata para kader dan pengurus Demokrat merupakan kejujuran. Menurutnya, Partai Demokrat memiliki alasan menyatakan hal tersebut.

"Cara-cara rampok, begal, abal-abal, fitnah, bohong, rebut paksa adalah pilihan kata yang paling jujur dan tepat untuk menggambarkan sepak terjang gerombolan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang dimotori Moeldoko dan Marzuki Alie, yang telah melakukan kegiatan ilegal dan inkonstitusional mengatasnamakan Partai Demokrat tanpa hak," ucapnya.

Dia lantas menyinggung upaya pengambilalihan Partai Demokrat yang dibantah oleh kubu Moeldoko. Menurutnya, tidak ada maling yang mau mengakui perbuatannya.

"Wajar jika gerah karena tak ada maling yang mau disebut maling. Bagi kami, tak ada tawar-menawar dengan gerombolan seperti ini. Pasti kami lawan," ujarnya.

Sebelumnya, Andi Arief mengirim pesan waspada kepada seluruh kader di bawah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam cuitannya yang dibagikan kepada wartawan, Selasa (30/3/2021), Andi Arief berbicara tentang KLB Demokrat yang telah didaftarkan ke Kemenkumham.

Andi menyebut keputusan Kemenkumham seharusnya keluar hari ini. Andi Arief kemudian meminta Partai Demokrat waspada. Dia menyebut ada indikasi DPP Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, bakal direbut paksa.

"Tetap waspada karena ada indikasi kantor DPP akan direbut paksa," sebut Andi Arief.

Simak Video: Saling Sikut Moeldoko-AHY soal Ideologi

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)