Round Up

Kabar Terkini Kondisi Kosmas Penghadang Bomber Makassar

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 07:01 WIB
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kabar terbaru dari penghadang pelaku bom bunuh diri Makassar, Kosmas yang dirawat di RS Bhayangkara, Makassar. Penghadang bomber Makassar itu kini telah dirawat di ruang perawatan biasa setelah sebelumnya dirawat intensif akibat luka bakar di tubuhnya.

"Di Rumah Sakit Bhayangkara saat ini saudara Kosmas sudah dirawat di ruang rawat biasa," ujar Sigit dalam keterangan pers di Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (29/3/2021).

Sigit juga mengabarkan kondisi korban lainnya di RS Bhayangkara. Menurutnya, ada 2 orang masih dirawat di ruang ICU dan telah menjalani operasi luka bakar.

"2 Orang masih di ICU namun telah dilaksanakan operasi luka bakar, tinggal menunggu pemulihan," katanya.

Menurut Sigit, saat ini 13 korban dirawat di RS Bhayangkara, sementara 2 orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Siloam. Sementara 4 orang lainnya telah dibolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

"Semuanya dibiayai oleh negara," kata Sigit.

Kosmas yang merupakan sekuriti di Gereja Katedral menjadi korban bom bunuh diri karena menghadang pelaku yang hendak masuk ke dalam gereja pada Minggu (29/3) lalu. Saat itu di dalam gereja masih banyak jemaah yang baru saja menyelesaikan ibadah misa.

Kosmas kini dirawat akibat mengalami luka bakar. "Kondisinya (Kosmas) sekarang masih dalam perawatan, mengalami luka bakar dan ini memerlukan perawatan yang intensif dan kita sudah memberikan perawatan yang terbaik. Tadi lukanya luka bakar di bagian tangan, badan," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan ditemui di RS Bhayangkara, Makassar, Senin (29/3).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada Kosmas (51), sekuriti yang menghadang pelaku bom bunuh diri masuk ke Gereja Katedral Makassar.

"Saya juga berterima kasih kepada petugas satpam yang telah menjaga, menahan pelaku bom bunuh diri sehingga mencegah korban lebih banyak," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).

Selanjutnya
Halaman
1 2