Milenial Jadi Bomber di Makassar, Deradikalisasi Diusulkan Masuk Kurikulum

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 06:44 WIB
Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir
Adies Kadir (Foto: istimewa)
Jakarta -

Pelaku bom bunuh diri di Makassar merupakan pasangan suami istri (pasutri) kelahiran 1995. Wakil Ketua Komisi III DPR fraksi Golkar, Adies Kadir, mendorong edukasi dini mengenai bahaya paham radikalisme dan pencegahan terorisme masuk ke kurikulum sekolah.

"Pertama harus ada pendidikan tentang deradikalisasi terhadap anak-anak mulai sejak usia dini," kata Adies Kadir kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Adies menilai tokoh agama juga berperan penting dalam mencegah aksi terorisme. Dia meminta tokoh agama memberikan pemahaman tentang bahaya terorisme kepada kaum milenial.

"Kedua tentunya harus ada peran serta tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang terorisme kepada kalangan milenial," kata dia.

Dia juga menilai pentingnya peran orang tua kepada anak dalam pencegahan agar tak terpengaruh dan bergabung dengan jaringan terorisme. Orang tua, kata Adies, harus menjaga dan mengawasi pergaulan anaknya.

"Ketiga peran serta orang tua juga sangat penting untuk memberikan contoh-contoh tentang paham radikal ini dan menjaga pergaulan anak di manapun mereka berada," tutur dia.

Lebih lanjut, Adies meminta agar pemerintah memberikan sosialisasi mengenai bahaya dari terorisme. Jika perlu, Adies mendorong agar pemahaman dan pencegahan terorisme ini masuk ke dalam kurikulum sekolah.

"Keempat, Pemerintah harus terus memberikan sosialisasi tentang bahaya laten terorisme sampai ke tingkat RT dan RW. Kalau perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah," jelasnya.

Simak juga video 'Yang Diungkap Polisi Usai Bom Bunuh Diri Pasutri':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2