Berkas Kasus Video Bakar Bendera Merah Putih di Papua Dilimpahkan ke Jaksa

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 23:44 WIB
poster
Ilustrasi Media Sosial (Edi Wahyono/detikcom)
Jayapura -

Polisi telah melimpahkan berkas perkara pemuda Papua yang mengunggah konten video bakar bendera merah putih. Berkas dilimpahkan ke Kejari Jayapura.

"Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota melakukan patroli siber dan menemukan video tersebut lalu dilaporkan kepada Satgas Siber Ops Nemangkawi, untuk dilakukan penyelidikan. Didapati fakta bahwa video tersebut dibuat pada 27 Oktober 2020 sekitar pukul 12.39 WIT bertempat di seputaran Waena, Kota Jayapura," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy dalam keterangan tertulis, Senin (29/3/2021).

Iqbal menuturkan polisi telah menangkap dua pria, yakni Ferry Pakage dan Gerius Wenda, terkait video yang dinilai provokatif itu di Jalan Baru, Kalkote, Sentani, Jayapura, Papua, pada 23 Februari lalu. Siang tadi berkas perkara mereka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jayapura.

"Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a , dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta," ucap Iqbal.

"Namun karena menggunakan media Facebook, maka dikenai UU ITE, karena memenuhi pasal pemunculan kebencian/SARA. Yaitu Pasal 28 ayat (2) UU ITE, yang hukumannya diatur dalam Pasal 45A ayat (2) UU 19/2016," sambung dia.

Iqbal mengimbau kaum muda agar menggunakan media sosial dengan bijaksana. Iqban menegaskan kebebasan berpendapat juga harus disertai tanggung jawab.

"Kepada pemuda pemudi, baik Papua maupun di seluruh negeri, agar gunakan media sosial dan handphone kalian dengan bijak. Negara Indonesia adalah negara hukum, segala bentuk pelanggaran yang dilakukan baik secara offline maupun online akan berhadapan dengan hukum. Kebebasan berpendapat ada, bagi mereka yang bertanggungjawab. Saring sebelum sharing," tutur Iqbal.

Iqbal menjelaskan video bakar bendera Merah Putih yang dimaksud adalah yang diunggah Pakage melalui akun Facebook bernama Cobalt. Dalam video, jelas Iqbal, perekam melakukan provokasi kepada mahasiswa Universitas Cenderawasih, Papua untuk ikut berunjuk rasa. Judul videonya adalah 'Unjuk Rasa Otsus Jilid II'.

"Dalam video live streaming dengan durasi 1 jam, 9 menit, 23 detik, pada durasi menit ke 3.15 sampai dengan 4.10 terdapat adegan seseorang sedang menarik bendera Merah Putih untuk dibakar. Serta seseorang yang merekam dengan mengeluarkan kata-kata 'Bakar...bakar...bakar...bakar..... di jalan saja'," terang Iqbal.

"Video pembakaran bendera merah putih telah melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Bab VII Pasal 66 disebutkan dengan jelas ada sanksi pidana yang menunggu bagi pelaku pembakaran Merah Putih," sambung Iqbal.

(aud/aud)