Daftar Serangan Teror JAD: Bom Kampung Melayu hingga Makassar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 14:11 WIB
Anggota polisi mengamati motor yang digunakan terduga pelaku bom bunuh diri sebelum dievakuasi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Kepolisian telah mengidentifikasi salah satu dari dua terduga pelaku bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) di depan Gereja Katedral Makassa rberjenis kelamin laki-laki berinisial L sedangkan lainnya masih dalam proses identifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Foto: Polisi berjaga di lokas pasca ledakan (ANTARA/ARNAS PADDA)

7. Bom Gereja di Surabaya (13-14 Mei 2018)

Rentetan bom yang di sejumlah gereja di Surabaya pada 2018 juga dilakukan oleh JAD. Aksi ini dilakukan oleh satu keluarga.

Minggu, 13 Mei 2018, pukul 06.30 WIB, Gereja Katolik Santa Maria menjadi sasaran bom. Gereja itu terletak di Jalan Ngagel Madya 01 Surabaya. Yusuf (18) dan Firman (16) berboncengan mengendarai sepeda motor masuk ke halaman Gereja Santa Maria dan meledakkan bom yang mereka bawa. Dua pelaku dan lima masyarakat tewas.

Pukul 07.15 WIB, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jl Diponegoro Surabaya menjadi sasaran bom. Pelakunya adalah Puji Kuswati (43) yang mengajak dua putrinya berinisial Famela (9) dan Firman (12). Mereka tewas. Tak ada orang lain yang jadi korban tewas di titik ledakan ini.

Pukul 07.53 WIB, bom diledakkan oleh Dita Oepriarto (48) di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Dita menuju lokasi ini, Jl Arjuna Surabaya, usai menurunkan Puji dan kedua putrinya di GKI di Jl Diponegoro. Toyota Avanza Dita ditabrakkannya ke gereja itu. Tujuh orang tewas, plus satu pelaku yakni Dita juga tewas.

Bila ditotal, bom keluarga Dita itu menewaskan 18 orang, terdiri dari enam pelaku dan 12 masyarakat. Pada 1 Juni 2018, satu orang yang menderita luka bakar 90% akibat bom Gereja Pantekosta meninggal dunia.

Senin, 14 Mei 2018, pukul 08.50 WIB, bom meledak di Polrestabes Surabaya, Jl Sikatan. Pelakunya adalah keluarga Tri Murtiono (50) bersama istrinya Tri Ernawati (43) dan ketiga anaknya. Hanya satu anak yang tak tewas.

Kala itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap teror bom di tiga gereja di Surabaya tersebut dilakukan oleh satu keluarga. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan empat orang anak ini tak lepas dari jaringan JAD-JAT.

"Pertanyaan ini kelompok mana? Tidak lepas dari kelompok JAD JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia," kata Tito dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5/2018).

"Di Indonesia JAD dipimpin Aman Abdurahman yang ditahan di Mako Brimob, Kemudian kelompok pelaku satu keluarga terkait sel JAD yang ada di Surabaya. Dia ada lah ketuanya Dita ini," ungkap Tito.

8. Penusukan Wiranto (10 Oktober 2019)

Menko Polhukam Wiranto pada 10 Oktober 2019 menjadi korban penusukan saat berkunjung di Pandeglang, Banten. Pelaku penusukan bernama Abu Rara diketahui sebagai anggota JAD Bekasi.

"Bahwa dari dua pelaku ini kita sudah bisa mengidentifikasi bahwa pelaku adalah kelompok JAD Bekasi," ujar Kepala BIN Budi Gunawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Abu Rara, dari hasil deteksi BIN, mulanya bergabung dalam sel JAD Kediri. Abu Rara kemudian teridentifikasi pindah ke Bogor.

Abu Rara, divonis 12 tahun penjara. Abu Rara dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana terorisme.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara diyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme dengan mengajak anak di tindak pidana terorisme sebagaimana dakwaan kedua," ujar hakim ketua Masrizal di PN Jakarta Barat, Jalan Letjend S Parman, Jakbar, Kamis (25/6/2020).

9. Bom di Katedral Makassar (28 Maret 2021)

Lagi-lagi, JAD juga terlibat dalam aksi teror. Kali ini dalam aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu 928/3/2021). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri merupakan KAD. Terduga pelaku diketahui berjumlah dua orang.

"Kejadian tersebut dilakukan oleh 2 tersangka. tersangka pertama L (sidik jari identik), sedangkan tersangka kedua masih diidentifikasi," ujar Listyo usai meninjau lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).

Listyo mengatakan aksi bom bunuh diri itu ada kaitannya dengan penangkapan 24 tersangka terorisme pada Januari 2021 lalu. 24 tersangka terorisme yang ditangkap itu berasal dari Sulawesi Selatan.

"Peristiwa tersebut ada kaitannya dengan penangkapan 24 tersangka terorisme pada bulan Januari 2021 di wilayah Sulawesi Selatan," katanya.

Sementara itu Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar menyebut pasangan suami istri yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan kelahiran 1995. Boy menyebut mereka merupakan kaum milenial yang terpapar virus radikalisme.

"Karena teridentifikasi pelaku kelahiran tahun 95, jadi inisialnya L dengan istrinya adalah termasuk tentunya kalangan milenial yang sudah menjadi ciri khas korban dari propaganda jaringan teroris," kata Boy kepada wartawan, di Gereja Katedral Makassar, Senin (29/3/2021).


(rdp/rdp)