Daftar Serangan Teror JAD: Bom Kampung Melayu hingga Makassar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 14:11 WIB
Anggota polisi mengamati motor yang digunakan terduga pelaku bom bunuh diri sebelum dievakuasi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Kepolisian telah mengidentifikasi salah satu dari dua terduga pelaku bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) di depan Gereja Katedral Makassa rberjenis kelamin laki-laki berinisial L sedangkan lainnya masih dalam proses identifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Foto: Polisi berjaga di lokas pasca ledakan (ANTARA/ARNAS PADDA)

4. Kampung Melayu (24 Mei 2017)

Teror bom terjadi di terminal Kampung Melayu pada 24 Mei 2017 juga melibatkan JAD.

Bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu mengakibatkan dua pelaku bom bunuh diri meninggal, yakni Ahmad Syukri dan Ichwan Nurul. Selain itu, tiga anggota Polri gugur akibat bom saat bertugas mengawal pawai obor menjelang Ramadan.

Pimpinan JAD Aman Abdurrahman divonis hukuman mati karena terbukti menjadi penggerak dalam aksi teror ini.

5. Penyerangan Polisi di Polda Sumut (25 Juni 2017)

Teror pada 25 Juni 2017 menyasar polisi di Polda Sumatera Utara. Dalam teror ini, satu orang polisi gugur karena diserang menggunakan senjata tajam. Pelakunya juga JAD pimpinan Aman Abdurrahman.

"Syawaluddin Pakpahan dan teman-temannya melakukan amaliyah dengan menyerang Mapolda Sumatera Utara dan membunuh anggota polisi. Syawaluddin Pakpahan meskipun tidak pernah bertemu muka dengan terdakwa namun sudah lama mengenal nama terdakwa dari buku Seri Materi Tauhid yang dikarang terdakwa dan dibaca dan dipahami Syawaluddin Pakpahan," kata jaksa dalam sidang Aman Abdurrahman, Jumat (18/5).

6. Penembakan Terhadap Polisi di NTB (11 September 2017)

Senin, 11 September 2017, teror penembakan anggota polisi di Bima NTB dengan pelaku Muhammad Iqbal Tanjung alias Iqbal alias Usamah bersama temannya.

"Muhammad Iqbal Tanjung juga mendapatkan pemahaman tauhid sebagaimana yang disampaikan terdakwa, antara lain tentang syirik demokrasi," ujar jaksa dalam sidang Aman Abdurrahman, Jumat (18/5).

Teror bom dan penyerangan ke anggota polisi menurut jaksa terjadi setelah dibentuknya Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pada pertemuan di Malang pada November 2014.

"Bahwa terdakwa juga menganjurkan para pengikut untuk hijrah ke Suriah untuk bergabung dengan Daulah Khilafah Islamiyah," papar jaksa.