Daftar Serangan Teror JAD: Bom Kampung Melayu hingga Makassar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 14:11 WIB
Anggota polisi mengamati motor yang digunakan terduga pelaku bom bunuh diri sebelum dievakuasi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Kepolisian telah mengidentifikasi salah satu dari dua terduga pelaku bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) di depan Gereja Katedral Makassa rberjenis kelamin laki-laki berinisial L sedangkan lainnya masih dalam proses identifikasi. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.
Foto: Polisi berjaga di lokas pasca ledakan (ANTARA/ARNAS PADDA)

1. Bom Thamrin-Sarinah (14 Januari 2016)

JAD terlibat dalam serangan bom yang terjadi di kawasan antara Thamrin dan Sarinah. Bom yang mengguncang perempatan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Januari 2016 itu menewaskan 4 pelaku dan 4 korban serta menyebabkan puluhan orang lainnya luka-luka.

Aksi serangan ini melibatkan Pimpinan JAD Sulaiman Aman Abdurahman.

Kerusakan terlihat di salah satu gerai Starbucks  di kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016).  Kerusakan akibat ledakan bom bunuh diri itu menyebabkan plafon jebol, kaca pecah dan furniture berantakan. (Ari Saputra/detikcom).Kerusakan terlihat di salah satu gerai Starbucks di kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Kerusakan akibat ledakan bom bunuh diri itu menyebabkan plafon jebol, kaca pecah dan furniture berantakan. (Ari Saputra/detikcom). Foto: Ari Saputra

Aman Abdurrahman juga dijatuhi hukuman mati pada 22 Juni 2018. Aman dinilai terbukti melakukan tindak pidana terorisme terkait aksi bom Thamrin dan Kampung Melayu.

"Menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati," ujar hakim ketua Akhmad Jaini membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

2. Molotov di Gereja Oikumene Samarinda (13 November 2016)

Bom molotov meledak di depan gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, pada 13 November 2016. Pelakunya juga JAD.

Divisi Humas Mabes Polri menyebut korban berjumlah 4 orang luka-luka.

"Korban akibat ledakan tersebut berjumlah 4 orang dan dilarikan ke Rumah Sakit Muis, Samarinda," tulis Divisi Humas Polri dalam akun Facebooknya yang dilihat detikcom, Minggu (13/11/2016).

Ledakan bom molotov tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Ledakan terjadi di halaman gereja, ketika jemaat baru saja selesai melaksanakan ibadah. Anak-anak jadi korban dalam peristiwa ini.

"J pelaku pelemparan bom, yang bersangkutan mantan napi bom Puspitek Serpong, kelompok Pepy Vernando. Setelah bebas (J) bergabung dengan kelompok JAD Kaltim dan mempunyai link dengan kelompok Anshori di Jatim yang sekarang ini masih di supervisi karena indikasi akan beli/mendatangkan senjata api dari Filipina," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada detikcom.

3. Ledakan Bom Panci di Cicendo, Bandung (27 Februari 2017)

Pada Senin, 27 Februari 2017, terjadi ledakan bom panci di Cicendo, Bandung. Yayat Cahdiyat, pelaku ledakan tersebut tewas dalam penyergapan di Kelurahan Arjuna.

Tidak ada korban akibat ledakan itu. Tapi Yayat sempat dikejar warga serta pelajar, yang kebetulan berada di Taman Pendawa. Namun warga 'balik badan' setelah Yayat mengeluarkan senjata tajam. Yayat juga berteriak meminta rekannya yang ditahan Densus 88 dibebaskan.

Kapolri saat itu, Jenderal Tito Karnavian menyebut Yayat pernah masuk penjara karena divonis 3 tahun penjara terkait dengan kasus terorisme. Saat ini masih diselidiki dugaan adanya satu pelaku lain yang mengantarkan Yayat ke Taman Pendawa sebelum meledakkan bom panci.

"Yang bersangkutan ini (Yayat) sudah diketahui identitasnya. Dia sudah di-profile pernah ikut latihan di Jantho, Aceh Besar, dan dulu saat itu saya pimpin operasinya tahun 2011. Saat itu tertangkap sekitar 70 orang di dalamnya, termasuk dia. Dulu masuk dalam jaringan JAD," kata Tito di Surabaya, Senin (27/2).