Anak Buah Zulhas Tepis Moeldoko Pernah Coba Rebut Kepemimpinan PAN: Hoax!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 12:44 WIB
Juru Debat BPN Viva Yoga.
Viva Yoga (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta -

Elite Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Moeldoko pernah mencoba ingin merebut PAN. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi membantah isu tersebut.

"Hubungan PAN dengan Pak Moeldoko, sejak dulu sebelum menjadi Panglima TNI atau setelah purnawirawan, tetap terjalin dengan baik," kata Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Dia menyebut rumor Moeldoko pernah ingin merebut PAN tak benar. Dia juga menyebut rumor tersebut menggelikan.

"Jika ada rumor yang menyatakan Pak Moeldoko akan masuk ke PAN atau mengambil alih kepemimpinan PAN, itu berita yang tidak benar, menyesatkan, menggelikan, dan hoax," ujarnya.

PAN, kata Viva, tak ikut campur dalam perseteruan Partai Demokrat antara kubu AHY dan kubu Moeldoko. Dia mengatakan PAN yang dipimpin Zulkifli Hasan fokus pada agenda partai.

"Apa yang terjadi saat ini tentang kehidupan Partai Demokrat dan Pak Moeldoko, PAN sama sekali tidak tahu, tidak mencampuri urusan rumah tangga partai lain. Karena PAN fokus pada program konsolidasi organisasi partai, perkaderan, dan realisasi program sosial untuk masyarakat," ujarnya.

Moeldoko sebelumnya buka suara menjelaskan alasan menerima pinangan dari Jhoni Allen cs. Partai Demokrat pimpinan AHY menyebut Moeldoko kerap mencoba mengambil alih sejumlah partai tapi gagal.

"Moledoko mencoba membangun kesan seolah menjadi aktor pasif yang menerima pinangan, namun kenyataan yang didukung oleh banyak bukti ia adalah aktor aktif sekaligus aktor kunci yang menggunakan mantan-mantan kader Partai Demokrat sebagai operator yang tergabung dalam gerombolan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD)," kata Sekretaris Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangannya, Senin (29/3).

"Operasi politik seperti ini bukan pertama kalinya oleh Moeldoko untuk memenuhi syahwat politiknya," imbuh Kamhar.

Kamhar memerinci operasi politik Moeldoko di sejumlah partai, seperti Golkar dan PAN. Menurut Kamhar, operasi Moeldoko gagal karena partai-partai tersebut berkoalisi dengan pemerintah.

"Sebelumnya pernah mencobanya di Partai Golkar, PPP, Hanura dan PAN namun semuanya tidak berhasil karena partai-partai tersebut adalah bagian dari koalisi pemerintah sehingga tak berhasil karena pergerakan Moeldoko bisa merusak konstelasi dan hubungan partai koalisi dengan pemerintah," sebut dia.

(rfs/haf)