Polisi Masih Selidiki Motor yang Dipakai Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 10:15 WIB
Makassar -

Polisi terus melakukan pengembangan pasca-ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Salah satunya menyelidiki sepeda motor yang dipakai oleh pelaku bom bunuh diri.

"Kemungkinan yang lain pengembangan itu karena contoh seperti ada sepeda motor ini kita sedang cari," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada wartawan di lokasi bom bunuh diri di Makassar, Senin (29/3/2021).

Sepeda motor yang dipakai pelaku diketahui bernomor polisi DD-5984-MD dengan atas nama seorang warga Kelurahan Pampang, Makassar. Namun polisi masih menyelidiki lebih lanjut informasi tersebut.

"Tim sebenarnya sudah bergerak dari semalam ini motor siapa kenapa bisa digunakan pelaku," kata Zulpan.

Seperti diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada pukul 10.28 Wita, Minggu (28/3). Pelaku bom bunuh diri yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu berboncengan menggunakan sepeda motor ke depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).

Sepeda motor yang dipakai pelaku sendiri ikut hangus terbakar dalam insiden ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Polisi telah mengamankan rangka motor pelaku sebagai salah satu barang bukti.

Saat ini, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri hari ini akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Olah TKP ini merupakan olah TKP lanjutan.

kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengatakan olah TKP lanjutan Tim Densus 88 hari ini akan didampingi oleh Inafis, Tim DVI (Disaster Victim Identification), dan Tim Puslabfor. Olah TKP dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya barang bukti yang tersisa di lokasi bom bunuh diri di Makassar.

"Olah TKP untuk menemukan, mencari kemungkinan-kemungkinan ada barang bukti yang tertinggal juga merangkai urutan kejadian sehingga nanti bisa diketahui secara jelas peran-peran daripada pelaku," jelas Zulpan kepada wartawan di lokasi, Senin (29/3/2021).

(hmw/mae)