Round-Up

Suara Perdana Moeldoko Sejak Didaulat Dibalas Melantur oleh Demokrat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 05:08 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dituding hendak mengambil alih Partai Demokrat dan menjadi capres di Pemilu 2024. Moeldoko menjawab isu itu.
Moeldoko (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Moeldoko akhirnya buka suara soal keterpilihannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Suara perdana dari Moeldoko itu pun dituding melantur oleh kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Moeldoko buka suara melalui akun Instagramnya, Minggu (28/3) kemarin. Kepala Staf Kepresidenan itu mengatakan, telah terjadi kekisruhan dalam Partai Demokrat yang mengakibatkan berubahnya arah demokrasi partai tersebut.

"Saya orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat," ujar Moeldoko melalui posting-an Instagram resminya, @dr_Moeldoko.

Moeldoko mengungkapkan, telah terjadi pertarungan ideologis di tubuh Partai Demokrat menjelang Pemilu 2024. Pertarungan juga disebut dilakukan secara terstruktur.

"Terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali, ini menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045," kata Moeldoko.

Dia menuturkan tindakan KLB yang dilakukan kader Demokrat bukan hanya untuk menyelamatkan partai. Menurutnya, hal ini juga untuk menyelamatkan bangsa.

"Ada kecenderungan tarikan ideologis itu terlihat di tubuh Demokrat, jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa," kata Moeldoko.

Moeldoko mengaku hal inilah yang membuatnya menerima permintaan sebagai ketua umum. Serta untuk memimpin Partai Demokrat.

"Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta KLB," ujar Moeldoko.

Dalam unggahannya, Moeldoko juga menjelaskan, keputusannya menerima saat didaulat menjadi Ketum Partai Demokrat di KLB Deli Serdang bersifat pribadi. Dia pun enggan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diseret-seret dalam persoalan tersebut.

"Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta KLB," kata Moeldoko.

"Saya terbiasa mengambil risiko seperti ini, demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu, jangan bawa-bawa Presiden untuk persolan ini," imbuhnya.

Moeldoko meyakini keputusannya benar. Dia pun menegaskan enggan membebani Presiden Jokowi akan keputusannya tersebut.

"Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yang saya miliki, maka saya tidak mau membebani Presiden," kata dia.

Tonton video 'Moeldoko soal KLB Demokrat: Jangan Bawa-bawa Presiden!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2