592 Pulau di NTT Tidak Berpenghuni, 5 Berpotensi Konflik
Kamis, 02 Mar 2006 10:32 WIB
Kupang -
Julukan 'negara kepulauan' yang disandang Indonesia tak terbantahkan. Tengok saja, hanya untuk satu provinsi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saja, saat ini tercatat ada 642 pulau. Dari jumlah itu, 592 pulau tidak berpenghuni dan sisanya baru 50 pulau yang berpenghuni. "Dari seluruh pulau di NTT, 5 pulau mengandung potensi konflik karena berada di perbatasan dengan negara tetangga. Dua pulau dengan Timor Leste dan 3 pulau dengan Australia," kata Kepala Seksi Penyelesaian Tanah Kanwil Pertanahan NTT, Sumral Manoe saat dihubungi detikcom, Kamis (2/3/2006). Pulau yang berpotens konflik dengan Timor Leste adalah Pulau Batek dan Pulau Alor. Sedangkan tiga pulau yang berpotensi konflik dengan Australia adalah Pulau Mengkudu di Kabupaten Sumba Timur, Pulau Endana di Kabupaten Rotendau dam Pulau Ndana Sabo.Lebih jauh Sumral manoe menjelaskan, dari 642 pulau itu, 472 pulau sudah ada namanya dan 170 tidak ada nama. Pulau yang paling banyak tidak dihuni ada di Kabupaten Manggarai Barat dengan jumlah 235 pulau.Hingga kini pemerintah belum punya rencana memberikan nama terhadap pulau-pulau tersebut. Menurut Sumral Manoe, syarat untuk memberikan nama terhadap sebuah pulau yakni menyerap aspirasi warga sekitar dengan mempertimbangkan latar belakang historis pulau dan latar belakang sosial pulau tersebut.Mengenai Pulau Bidadari, Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL IX Kupang Kol Laut Widodo memastikan Pulau Bidadari tidak terancam lepas, walaupun dikuasai warga Inggris. Sebab, wilayahnya berada dalam negara RI, bukan di perbatasan.
(jon/)










































