Survei Charta Politika: TNI dan Presiden Lembaga Tinggi Negara Paling Dipercaya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 20:18 WIB
Rilis survei Charta Politika tentang lembaga paling dipercaya masyarakat
Foto: Tangkapan Layar Rilis Charta Politika
Jakarta -

Charta Politika Indonesia merilis temuan survei nasional salah satunya terkait kepercayaan terhadap lembaga tinggi negara. Hasilnya TNI menjadi lembaga paling dipercaya masyarakat.

Metode survei yang digunakan metode sampling pengacakan sistematis sebanyak 1.200 responden. Toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 20-24 Maret 2021. Responden merupakan warga negara Indonesia yang berusia di atas 17 tahun.

Charta Politika mengungkap ada 7,2 persen masyarakat yang sangat percaya dan 77,1 persen cukup percaya pada TNI. Kemudian presiden ada di urutan kedua dengan persentase 5,9 persen masyarakat sangat percaya dan 77,3 persennya cukup percaya.

"Presiden dan TNI dinilai responden sebagai lembaga tinggi negara yang paling dipercaya," tulis Charta Politika dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Posisi ketiga ada Polri yang menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat dengan 5,5 persen sangat percaya dan 65,3 persen cukup percaya. Kemudian disusul KPK di posisi keempat dengan persentase 6,4 persen masyarakat cukup percaya.

"KPK 66,1 persen masyarakat cukup percaya," lanjutnya.

Urutan selanjutnya ada MPR, Kejaksaan Agung dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tiga lembaga itu memiliki persentase rata-rata 2 persen sangat dipercaya masyarakat.

"MPR 2,6 persen sangat dipercaya, Kejaksaan Agung 2,3 persen sangat dipercaya dan DPR 1,6 persen sangat dipercaya," tulis Charta Politika.

Hasilnya sebagai berikut:

-TNI 7,2 persen sangat percaya, 77,1 persen cukup percaya
-Presiden 5,9 persen sangat percaya, 77,3 persen cukup percaya
-Polri 5,5 persen sangat percaya, 65,3 persen cukup percaya
-KPK 6,4 persen sangat percaya, 66,1 persen cukup percaya
-MPR 2,6 persen sangat percaya, 58,3 persen cukup percaya
-Kejaksaan Agung 2,3 persen sangat percaya, 57,3 persen cukup percaya
-DPR 2,1 persen sangat percaya, 59,4 persen cukup percaya
-DPD 1,6 persen sangat percaya, 57,6 persen cukup percaya
-Mahkamah Konstitusi 2,3 persen sangat percaya, 58,8 persen cukup percaya
-Mahkamah Agung 1,7 persen sangat percaya, 56,7 persen cukup percaya

(whn/imk)