Surya Paloh soal Bom Bunuh Diri Makassar: Teror yang Tak Dapat Dibenarkan!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 15:48 WIB
Ketum Partai NasDem Surya Paloh mewisuda 443 wisudawan angkatan pertama Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem. Berikut foto-fotonya.
Ketum Partai Nasdem Surya Paloh (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh turut prihatin atas ledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Paloh menyebut peristiwa bom ini tidak dapat dibenarkan dan sangat mengganggu bangsa Indonesia yang tengah mengatasi pandemi virus Corona (COVID-19).

"Peristiwa ini merupakan perbuatan teror yang dari segi etis dan ajaran agama apapun tidak dapat dibenarkan. Peristiwa ini juga sangat mengganggu di saat-saat bangsa kita sedang bekerja keras dan bahu membahu mengatasi wabah pandemi COVID-19," kata Paloh dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Paloh mengatakan aparat harus mendalami keterkaitan pelaku bom bunuh diri itu dengan jaringan teroris. Paloh meminta masyarakat tidak mudah terpancing dengan isu yang belum tentu kebenarannya.

"Meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas dan mendalami kemungkinan aksi bom bunuh diri ini terkait dengan jaringan-jaringan teroris lainnya. Partai Nasdem meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab sehubungan dengan kejadian ini," tuturnya.

Paloh berharap umat kristiani tetap khidmat beribadah menjelang Hari Raya Paskah sesuai protokol kesehatan COVID-19. "Berharap agar segenap umat Kristiani yang sepekan lagi memperingati Hari Raya Paskah dapat menyelenggarakan Paskah dengan khidmat sesuai dengan protokol kesehatan.," ungkapnya.

Diketahui ledakan bom terjadi pada Minggu sekitar pukul 10.28 Wita. Menurut polisi jumlah pelaku sebanyak 2 orang.

"Jadi setelah kita lakukan cek TKP kemudian kita mencari beberapa informasi yang berkaitan dengan ledakan tadi memang kita mendapatkan informasi bahwa ada 2 orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (28/3/2021).

(whn/imk)