Ancaman Pandemi Flu Burung, AS Beli Jutaan Obat Antivirus
Kamis, 02 Mar 2006 09:01 WIB
Jakarta -
Wabah flu burung terus menghantui dunia. Untuk menghadapi kemungkinan timbulnya pandemi flu burung, pemerintah AS telah membeli lagi jutaan obat antivirus.Demikian disampaikan Menteri Kesehatan AS Mike Leavitt seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/3/2006)."Memiliki persediaan obat-obat antivirus merupakan bagian penting dari rencana kesiapan pandemi influenza kita," tandas Leavitt.Sebanyak 14,15 juta dosis antivirus yang baru dibeli ini akan menambah persediaan obat yang telah dibeli AS. Sebelumnya negeri adikuasa itu telah membeli sebanyak 5,5 juta dosis. Semuanya itu akan didistribusikan jika ancaman pandemi benar-benar terjadi.Pejabat-pejabat Kesehatan AS telah memesan 12,4 juta dosis Tamiflu buatan perusahaan obat ternama asal Swiss, Roche dan 1,75 juta dosis Relenza yang dijual oleh perusahaan obat Inggris, GlaxoSmithKline."Pembelian ini merupakan kelanjutan dari pendekatan agresif kami terhadap tantangan kesehatan publik yang berpotensial menimbulkan keadaan krisis," ujar Leavitt.Para pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berulang kali mengingatkan kemungkinan virus flu burung bermutasi menjadi virus yang mudah menular antarmanusia. Jika ini terjadi, dikhawatirkan akan menimbulkan pandemi flu burung yang bisa menewaskan jutaan orang di seluruh dunia.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































