Kemlu Minta Akses Temui WNI Diduga Terlibat Rencana Bunuh Mahathir

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 14:48 WIB
Plt Jubir Kemlu Teuku Faizasyah.
Foto: Jubir Kemlu Teuku Faizasyah. (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Seorang WNI ditangkap Kepolisian Malaysia atas dugaan rencana pembunuhan mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad dan sejumlah menteri Malaysia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meminta akses untuk dapat menemui WNI tersebut.

"Saat ini sifatnya baru memintakan akses kekonsuleran, itu sebabnya dapat bertemu dan mendapatkan keterangan dari yang bersangkutan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, saat dihubungi, Minggu (28/3/2021).

Ia menuturkan WNI tersebut ditangkap pada sekitar Januari 2020. Akan tetapi kasus tersebut baru terungkap ke publik baru-baru ini. Saat ini, perwakilan Kemlu telah menemui WNI tersebut dan memintai keterangannya.

"Informasi yang diperoleh dari KBRI di Kuala Lumpur, penangkapan WNI tersebut terjadi di Januari 2020 dan baru menjadi perhatian publik belakangan ini," ujarnya.

Sebelumnya, tiga pria, termasuk seorang warga negara Indonesia (WNI), ditangkap oleh Kepolisian Malaysia atas rencana pembunuhan mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad dan sejumlah Menteri Malaysia. Penangkapan dilakukan Kepolisian Malaysia tahun 2020 lalu.

Seperti dilansir The Star, Sabtu (27/3/2021), kasus yang melibatkan seorang WNI ini diungkapkan ke publik pada pekan ini setelah seorang pria lainnya ditahan polisi Malaysia terkait rencana pembunuhan sejumlah mantan pemimpin, termasuk Mahathir.

Dalam pernyataan pada Sabtu (27/3) waktu setempat, Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador, menjelaskan bahwa ada tiga pria, terdiri atas dua warga Malaysia dan satu WNI, yang ditangkap pada awal tahun lalu juga terkait rencana serupa.

Abdul Hamid hanya menyebut bahwa ketiga pria itu merupakan bagian dari enam orang yang ditangkap dalam penggerebekan di Kuala Lumpur, Selangor, Perak dan Penang pada 6 dan 7 Januari 2020 atas keterlibatan dengan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Mereka merupakan bagian dari sel IS (nama lain ISIS-red) yang dibentuk tahun 2019 yang bertujuan untuk mempromosikan ideologi Jihad Salafi, merekrut anggota baru dan melancarkan serangan di Malaysia," sebut Abdul Hamid dalam pernyataannya.

Disebutkan oleh Abdul Hamid bahwa penyelidikan mengungkapkan ketiga pria itu mengancam untuk membunuh Mahathir dan sejumlah anggota kabinetnya pada saat itu, yang dipandang sebagai pemerintah sekuler.

"Mereka juga berencana melancarkan serangan terhadap kasino di Genting Highlands dan pabrik bir di Klang Valley," imbuhnya.

Tonton juga Video: Kemlu Bantah Menlu Retno ke Myanmar di Tengah Kudeta

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)