Kecam Bom Bunuh Diri Makassar, PDIP Ajak Tangkal Ideologi Kegelapan

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 14:40 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan KPK. Ia menjalani pemeriksaan terkait kasus suap PAW anggota DPR yang menjerat Harun Masiku.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. PDIP mengajak masyarakat menangkal ideologi kegelapan.

Hasto mengatakan persoalan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan berbagai ujaran kebencian harus diatasi lebih sungguh-sungguh melalui pendekatan budaya, pendidikan, kebudayaan, politik, sosial, dan hukum.

"Bagaimanapun ideologi kegelapan dengan membenci sesama umat manusia telah merusak sendi-sendi kerukunan bangsa. Semua pendekatan harus ditempuh agar perikehidupan bangsa berdasarkan Pancasila benar-benar menjadi jiwa bangsa, dan tidak memberi ruang sedikitpun bagi berkembangnya intoleransi, radikalisme dan terorisme," ujar Hasto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

"PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu membahu menangkal ideologi kegelapan tersebut. Di Nusantara ini penuh dengan nilai-nilai keutamaan yang merawat dan menghormati kehidupan. Semua agama dan kepercayaan kepada Tuhan mengajarkan kebaikan, hidup rukun, toleransi, dan hormat menghormati," sambungnya.

Hasto menyebut PDIP mengutuk keras aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Menurutnya tindakan bom bunuh diri telah mematikan kemanusiaan dan peradaban.

"Bom bunuh diri mematikan kemanusiaan dan peradaban. Apa yang terjadi di Makassar, ditinjau dari motifnya, tidak terlepas dari bom bunuh diri yang pernah terjadi di Kota Surabaya yang dilakukan oleh satu keluarga yang terjadi pada bulan Mei 2018 yang lalu," ungkapnya.

PDIP mengajak bangsa Indonesia menangkal ideologi anti kemanusiaan itu dengan cara menumbuhkan nilai toleransi.

"Dengan sikap tegas terhadap ideologi anti kemanusiaan tersebut, maka Indonesia yang bersatu, damai, toleran akan dijaga dan terhindar dari berbagai persoalan perpecahan sebagaimana terjadi di Irak dan Siria," sambungnya.

Diketahui ledakan bom terjadi pada Minggu sekitar pukul 10.28 Wita. Menurut polisi jumlah pelaku sebanyak 2 orang.

"Jadi setelah kita lakukan cek TKP kemudian kita mencari beberapa informasi yang berkaitan dengan ledakan tadi memang kita mendapatkan informasi bahwa ada 2 orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (28/3/2021).

Simak Video: JK Kutuk Keras Bom di Makassar

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)