ADVERTISEMENT

Komisi III DPR Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Depan Katedral Makassar

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 13:18 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian merilis kasus kasus tindak pidana perdagangan orang di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/8/2016) 14 tersangka dan 30 korban dari NTT dihadirkan dalam rilis tersebut.
Herman Hery (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Makassar -

Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengutuk keras peristiwa ledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Herman meminta aparat kepolisian bergerak cepat untuk memproses hukum pelaku maupun pihak yang berafiliasi dengan pelaku.

"Tidak ada sikap yang pantas diberikan kepada pelaku selain mengutuk keras perbuatan tidak manusiawi yang mereka lakukan. Saya mendorong Polri, khususnya aparat Polda Sulawesi Selatan, bekerja cepat mengidentifikasi pelaku dan afiliasinya untuk bisa dilakukan tindakan hukum yang tegas terhadap mereka atau siapapun yang hendak merusak keamanan serta kerukunan hidup beragama di Indonesia," kata Herman dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Herman mengatakan peristiwa bom bunuh diri itu menjadi duka bagi semua bangsa. Dia berharap korban bom bunuh diri mendapatkan pertolongan terbaik agar segera pulih.

"Peristiwa seperti ini jelas menjadi duka mendalam bagi kita semua sebagai bangsa. Saya mendengar juga ada beberapa korban luka yang telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Saya harap mereka bisa mendapatkan pertolongan terbaik dan kita berdoa agar mereka bisa segera pulih," ungkapnya.

Herman mengatakan aksi teror yang terjadi saat ini tak boleh dibiarkan. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diharapkan dapat bekerja sama dengan stake holder terkait untuk melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Tindakan teror seperti ini tak bisa dibiarkan tanpa tindakan tegas, tapi yang juga tak kalah penting adalah merumuskan langkah antisipasi serta pencegahan agar tak ada kejadian atau korban serupa di masa yang akan datang," kata Herman.

"Karenanya, saya harap kepolisian dan lembaga terkait seperti BNPT bisa bekerja sama dalam mengantisipasi kejadian seperti ini. Negara punya kewajiban menciptakan rasa aman kepada setiap warganya," imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan ini meminta umat kristiani tidak khawatir dan terpancing atas peristiwa bom bunuh diri itu. Dia mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersatu menjaga kerukunan antar umat beragama.

"Tentu kita semua prihatin, apalagi mengingat teror biadab ini terjadi menjelang Hari Raya Paskah pada pekan depan. Tapi, jangan sampai umat Kristiani sampai menjadi takut beribadah karenanya dan ini yang betul-betul harus dipastikan oleh pihak kepolisian. Selain itu, saya harap masyarakat tidak perlu menyebarkan gambar atau video terkait teror ini karena justru hal tersebut yang diharapkan pelaku demi menciptakan ketakutan di masyarakat. Mari kita tunjukkan bersama-sama bahwa Indonesia bersatu menghadapi siapapun yang coba-coba merusak kerukunan beragama di Tanah Air," tandasnya.

Diketahui, sebuah ledakan yang diduga berasal di bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar. Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam mengungkapkan, saat ledakan terjadi, misa tengah digelar di dalam gereja.

"Lagi ada kegiatan misa," kata Merdisyam kepada detikcom, Minggu (28/3). Merdisyam mengaku saat ini sudah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Akibat ledakan itu, 14 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Para korban merupakan jemaat dan sekuriti Gereja Katedral Makassar

(whn/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT