Waket MPR Minta Qori NU Tak Hanya Dilibatkan di MTQ Saja

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 22:03 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyebut Jam'iyyatul Qurra Wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama (NU) merupakan penopang Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Sebab menurutnya JQH menjaga keyakinan agama Islam dan menjaga kebangsaan Indonesia.

"JQH adalah badan otonom NU yang merupakan perkumpulah qori dan penghafal Alquran. Qori dan penghafal Alquran adalah warga negara yang baik. Para qori dan penghafal Alquran akan menjadi penguat kebangsaan Indonesia dan menjadi penopang Empat Pilar," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (27/3/2021).

Hal itu diungkapkannya dalam pelantikan pengurus cabang JQH NU Kota Serang dan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Serang, Banten. Jazilul menguraikan selama ini ada anggapan bahwa para penghafal Alquran terkadang mempunyai pikiran yang radikal.

Hal itu karena memahami Alquran adalah memahami teks tanpa membaca konteksnya. Ia juga menambahkan anggota JQH NU bisa menangkal radikalisme.

"Karena itu saya berharap dan saya yakin betul JQH NU justru menjadi penopang untuk membumikan Pancasila dalam versi penghafal Alquran," katanya.

"Karena mereka yang memahami teks (Alquran), mempelajari teks dan menghayati teks. Jadi JQH perlu dilibatkan dalam menangkal radikalisme. Keterlibatan teman-teman JQH penting untuk sebuah negara," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan JQH jangan hanya dilibatkan dalam urusan perayaan hari besar Islam dan MTQ saja. Ini untuk menghindari pertentangan Pancasila dan Alquran.

"Jangan hanya itu. Kalau JQH tidak dilibatkan maka pikiran radikalisme, mempertentangkan Pancasila dengan Alquran, mempertentangkan Alquran dengan Bhinneka Tunggal Ika akan semakin menguat," ujarnya.

Menurut Jazilul, Pancasila tidak perlu dipertentangkan dengan Alquran. Sebab Alquran diturunkan untuk menjaga kalimat tauhid. Alquran adalah rahmatan lil alamin dan Alquran juga menjadi panduan umat Islam.

"Jadi spirit kita adalah menjaga dua hal. Yaitu pertama menjaga keyakinan agama kita. Kedua, menjaga kebangsaan kita. Spirit itulah yang membuat bangsa ini merdeka dan besar. Sedangkan JQH memiliki spirit yang tulus dan ikhlas menjaga Al Qur'an," ucapnya.

"Bangsa Indonesia memiliki Empat Pilar karena kemerdekaan. Tanpa kemerdekaan, tidak ada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kuncinya adalah kemerdekaan, Istiqlal. Siapa yang memerdekakan Indonesia? Saham terbesar adalah para ulama, meskipun tidak tercatat sebagai pahlawan nasional. Kita harus menjaga pilar-pilar yang disebut Empat Pilar," pungkasnya.

Sebagai informasi, pelantikan pengurus cabang JQH NU Kota Serang dan Sosialisasi Empat Pilar MPR ini dihadiri antara lain Drs. KH Saifullah Ma'shum selaku Ketua Umum PP JQH NU, KH Fathullah Al Wasi' selaku Ketua PC JQH NU Kota Serang, KH Muchtar selaku Ketua JQH NU Provinsi Banten), dan H. Fatihudin yang merupakan anggota DPRD Kota Serang.

(mul/ega)