Mau Bangun 21 JPO, Wagub DKI: Layanan bagi Pengguna Transportasi Publik

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 12:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta meresmikan 3 JPO di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (28/2/2019). Ketiga JPO itu adalah JPO GBK, JPO Polda Metro Jaya, dan JPO Bundaran Senayan.
Ilustrasi JPO di Jakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya bakal membangun setidaknya 21 jembatan penyeberangan orang (JPO) baru tahun ini. Dia mengatakan JPO baru itu merupakan pelayanan bagi warga.

"Di TransJakarta ini, yang kita tingkatkan adalah JPO. Kita akan revitalisasi dan tahun ini kita akan membangun tidak-kurang dari 21 JPO baru, dalam rangka memberikan pelayanan bagi pengguna jalan, pengguna transportasi publik," kata Riza di JPO Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (27/3/2021).

Dia mengatakan JPO dan halte TransJakarta bakal diperbaiki. Tujuannya agar JPO jadi bersih dan menarik.

"JPO kita dan halte-halte akan dilakukan revitalisasi biar semakin baik, semakin menarik, bersih, dan semakin memberikan pelayanan yang prima," ujarnya.

Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT TransJakarta Ahmad Izul Waro mengatakan revitalisasi halte dan JPO bakal dilakukan di beberapa halte terintegrasi dengan moda transportasi lain. Dia menyebut salah satu halte yang bakal direvitalisasi adalah Halte Pasar Baru.

"Diharapkan halte di Pasar Baru ini menjadi salah satu halte yang nantinya ke depan akan direvitalisasi sehingga bisa meningkatkan pengalaman pengguna saat menggunakan transportasi massal di Jakarta," ujarnya.

Izul menargetkan ada 40 halte TransJakarta yang akan direvitalisasi tahun ini. Dia tak menjelaskan halte mana saja yang akan diperbaiki.

"Targetnya bertahap, tahun ini sekitar 40 dulu. Tahun depan bisa meningkat, 100 atau lebih," kata Izul.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah menjelaskan rencana pembangunan 21 JPO tahun ini. Kepala Dinas Binar Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan desain JPO itu akan dibuat berbeda-beda.

"Jadi, selain JPO jadi tempat nyeberang, jadi orang nyeberang kesan baru, pengalaman baru. JPO akan kita buat secara baik, kemudian mengakomodasi kearifan lokal. Jadi setiap JPO yang akan kita bangun pasti berbeda-beda, modelnya berbeda. Kita sesuaikan dengan kearifan lokal," ujar Hari dalam acara diskusi virtual Integrasi Infrastruktur Kota dan Transportasi Berkelanjutan, Rabu (24/3).