COVID-19 Belum Terkendali, Larangan Mudik Dinilai Langkah Tepat

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 18:16 WIB
Jakarta -

Larangan mudik dan cuti bersama lebaran hanya satu hari dinilai menjadi kebijakan yang tepat dalam pengendalian COVID-19 di Tanah Air. Karena hingga saat ini penyebaran virus Corona belum sepenuhnya terkendali.

"Pembatasan pergerakan orang memang sangat dibutuhkan dalam pengendalian COVID-19. Apalagi saat ini secara nasional belum bisa dikatakan terkendali," ujar Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Jumat (26/3/2021).

Menurut Rerie, sapaan akrabnya, berdasarkan laporan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, saat ini positivity rate Indonesia sebesar 11,49 persen. Padahal, WHO mensyaratkan untuk dapat dikatakan terkendali positivity rate-nya harus di bawah 5%.

"Jadi kondisi saat ini harus tetap dihadapi lewat disiplin protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan massa," ungkapnya.

Dia menuturkan kebijakan yang diberlakukan ini harus benar-benar dijalankan dengan mekanisme yang tepat di lapangan, sehingga bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Selain itu, bantuan terhadap pihak-pihak yang terdampak, terkait larangan mudik tersebut juga harus disiapkan agar semua pihak bisa menjalankan kebijakan tersebut.

Terkait cuti Lebaran, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menyarankan sejumlah instansi diharapkan juga ikut mengatur pola cuti karyawannya di setiap bagian.

"Terpenting adalah kesadaran dari masyarakat harus ditingkatkan untuk benar-benar memahami tujuan dari kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam upaya mengendalikan penyebaran virus Corona," tegasnya.

Dia menyebutkan saat ini sudah 10 juta warga yang mendapat vaksin. Menurut Rerie, kondisi tersebut juga harus diantisipasi, jangan sampai 10 juta orang yang sudah divaksin itu tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Karena sebelum dan sesudah divaksin, di masa pandemi COVID-19 ini penerapan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, harus menjadi norma baru dalam keseharian kita," pungkasnya.

(akn/ega)