Periksa Cita Citata Jadi Saksi Kasus Suap Bansos Corona, Ini yang Digali KPK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 18:11 WIB
Jakarta -

KPK memeriksa artis Cita Citata sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan bansos untuk penanganan COVID-19. KPK mendalami terkait honor Cita Citata.

"Kalau terkait dengan honor, ini Cita Citata ini penyanyi, ya? Ya, tentu yang pertama, apakah dia tahu uang yang dipakai membayar yang bersangkutan dari uang korupsi, itu harus didalami," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2021).

"Kalau dia nggak tahu dan kalau mungkin biayanya standar sebagaimana dia sering terima, misalnya nyanyi tiga jam Rp 100 juta, nah kalau dia dibayar standar dia, saya pikir memang hak dia menerima pembayaran sesuai tarif," sambungnya.

Alex mengatakan, jika Cita Citata dibayar tidak sesuai dengan standarnya, bisa diduga ada pencucian uang. Untuk itu, KPK terus mendalami soal tarif pembayaran pelantun 'Goyang Dumang' itu.

"Kecuali kalau dia dibayar Rp 100 juta, kemudian dibayar Rp 3 miliar, tentu itu patut diduga sebagai cuci uang. Kita akan minta kelebihan dari tarif sebagaimana yang dia terima, harus dilihat dulu, saya kira penyidik akan mendalami sampai di sana," kata Alexander.

Diketahui, Cita Citata dipanggil tim penyidik KPK dalam kasus dugaan suap pengadaan bansos untuk penanganan COVID-19. Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara bersama sejumlah orang, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabukke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos. Adapun tersangka Harry Sidabukke dan Ardian IM sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor.

Perihal Cita Citata pernah ditanyakan langsung kepada Juliari sewaktu bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin, 22 Maret 2021. Saat itu jaksa bertanya tentang pembayaran fee untuk Cita Citata di Labuan Bajo, yang diduga menggunakan rasuah terkait bansos COVID-19.

Awalnya Juliari ditanya mengenai permintaan audit BPKP terkait pelaksanaan bansos Corona. Namun Juliari mengaku bukan meminta audit, melainkan pendampingan.

"Yang pernah saya minta pendampingan, tapi ditindaklanjuti oleh BPKP semacam audit," kata Juliari.

Setelahnya jaksa menanyakan tentang pengakuan Adi Wahyono yang juga anak buah Juliari dalam sidang sebelumnya, yaitu perihal penggunaan fee bansos Corona untuk kebutuhan Juliari. Selain itu, ada penggunaan uang tersebut untuk pembayaran artis Cita Citata.

"Terima titipan uang dari Pak Adi melalui Pak Eko (ajudan) atau Pak Kukuh (staf ahli Juliari), ada pembayaran yang dibayarkan Pak Adi misalnya terkait biaya pesawat, acara artis Cita Citata di Labuan Bajo? Tahu uang dari mana?" cecar jaksa KPK.

"Tidak mengetahui, saya tidak tahu," ucap Juliari.

(idn/idn)