KPK Ungkap Dugaan Peran Effendi Gazali di Kasus Suap Bansos Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 15:57 WIB
Pakar komunikasi publik, Effendi Gazali menunjukan sejumlah dokumen kepada jurnalis saat tiba di Gedung KPK Jakarta, Kamis (25/3/2021) sebelum menjalani pemeriksaan penyidik. Ia diperiksa sebagai saksi terkait  kasus suap dalam pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi COVID-19 yang menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.
Effendi Gazali (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali terkait kasus dugaan korupsi bansos COVID-19. Penyidik mendalami terkait dugaan Effendi Gazali merekomendasikan salah satu vendor untuk mengikuti pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos tahun 2020.

"(Effendi Gazali) didalami pengetahuannya terkait pelaksanaan pengadaan bansos di Kemensos tahun 2020 antara lain terkait adanya dugaan rekomendasi salah satu vendor yang diusulkan oleh saksi melalui tersangka AW (Adi Wahyono) untuk mengikuti pengadaan bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI," kata Plt Juru Bicara KPK, ALi Fikri, kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Selain memeriksa Effendi, KPK memeriksa Dirjen Linjamsos Kemensos RI Pepen Nazaruddin. KPK mendalami yang bersangkutan terkait dugaan aliran uang yang diterima tersangka Matheus Joko Santoso dan Juliari Batubara terkait fee pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek pada 2020.

"Masih terus didalami antara lain dugaan aliran uang yang diterima dari tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) terkait fee pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos RI dan dugaan aliran sejumlah uang kepada tersangka JPB (Juliari Peter Batubara) melalui tersangka MJS dan AW (Adi Wahyono)," ucapnya.

Perkara ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara bersama dengan sejumlah orang, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor dari pengadaan bansos. Untuk tersangka Harry Sidabuke dan Ardian IM sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp 10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp 8,2 miliar dan Rp 8,8 miliar.

Tonton video 'Kata Effendi Gazali Terkait Panggilan KPK di Kasus Suap Bansos Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/dhn)