MA Perberat Vonis Eks Kepala BP Migas Jadi 12 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 13:36 WIB
Raden Priyono dan Djoko Harsono yang merupakan terdakwa kasus skandal mega korupsi Rp 37,8 triliun kembali jalani sidang lanjutan. Sidang digelar di PN Jakpus.
Raden Priyono (Foto: Ari Saputra)

Kasus ini bermula saat BUMN PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) limbung diterpa krisis 1998. Setelah itu, perusahaan itu dibantu bangkit oleh pemerintah. Puncaknya, PT TPPI mengalami kesulitan keuangan pada 2008. Sebab, harga bahan baku sangat mahal, namun harga jual sangat murah. Alhasil, PT TPPI merugi.

Untuk menyelamatkan PT TPPI, pemerintah rapat dengan petinggi migas di Indonesia. Rapat dipimpin oleh Wapres Jusuf Kalla (JK). Hasilnya pemerintah meminta PT TPPI diselamatkan.

Belakangan, tindakan penyelamatan TPPI bermasalah. Kasus ini kemudian diusut Mabes Polri sejak 2015 saat posisi Kabareskrim dijabat Komjen Budi Waseso. Priyono kemudian disidangkan di PN Jakpus.

Di persidangan, Priyono menyatakan dirinya melaksanakan perbuatan di atas untuk menjalankan hasil rapat dengan JK. Priyono menyodorkan bukti notulen rapat dengan JK dan menteri terkait. Namun hingga sidang berakhir, JK tidak pernah dihadirkan menjadi saksi.

Siapa yang diuntungkan di kasus ini? Ternyata Dirut PT TPPI, Honggo Warsito. Honggo hingga kini kabur dan ia disidangkan secara in absentia. Oleh majelis hakim, Honggo dihukum 16 tahun penjara dan seluruh asetnya dirampas negara. Polri menyebut Honggo ada di Singapura, tapi otoritas Singapura menampik.


(asp/lir)