Teman Sekelas Nandya Diobservasi Flu Burung
Rabu, 01 Mar 2006 20:24 WIB
Solo - Kepala Dinas Kesahatan dan Sosial Pemkab Boyolali, Syamsudin, mengaku pihaknya mengirimkan seorang bocah teman sekelas Nandya yang meninggal Selasa dinihari lalu, ke RSUD dr Moewardi Solo untuk diobservasi kemungkinan flu burung. Bocah itu mengalami flu berat lebih dari tiga hari."Hari ini kami melakukan pengecekan langsung ke lingkungan sekitar lokasi tempat tinggal Nandya, termasuk ke sekolahannya di MI Jurug, Mojosongo. Satu anak teman sekelasnya mengalami flu berat sehingga kami perlu memberi perhatian khusus," ujarnya kepada wartawan di Boyolali, Rabu (1/3/2006).Bocah itu berinisial MB. Dia tinggal bersama orangtuanya di kampung Kiringan, Manggis, Mojosongo, Boyolali. "Hari ini kami kirim ke RSUD dr Moewardi Solo bocah bernisial MB itu untuk diobservasi. Lebih baik keliru mencurigai daripada kecolongan," lanjutnya.Langkah lain yang dilakukan Pemkab Boyolali hari ini mengambil sampel darah dari 200 warga di sekitar tempat tinggal Nandya di di Karangkidul RT 3 RW 4, Jurug, Mojosongo, Boyolali. Selain itu juga mengambil hasil usap tenggorokan terhadap 9 keluarga dan kerabat Nandya.Sampel tersebut akan dikirim ke balai laboratorium kesehatan Jateng di Semarang dan selanjutnya akan dilakukan tes di Depkes di Jakarta. "Jika nanti dari hasil ditemukan ada yang positif terinfeksi flu burung, akan dikirim ke Hong Kong untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti," lanjutnya.Semakin membahayakanSementara itu dari hasil tes langsung yang dilakukan tim lintas dinas di Pemkab Boyolali terhadap unggas yang berada di sekitar rumah orangtua Nandya, menunjukkan terdapat beberapa unggas yang positif terinfeksi flu burung.Unggas tersebut dari jenis ayam kampung. Dengan demikian, kata Syamsudin, potensi penularan virus AI ke manusia di daerah Boyolali dinilai semakin membahayakan karena sumber penularannya semakin dekat dengan manusia."Kalau yang terinfeksi ayam kampung maka akan jauh lebih berbahaya dibanding ayam ras karena ayam kampung dipelihara berdekatan dengan manusia. Kamis besok kami akan melakukan rapat terpadu untuk menyikapi persoalan ini, termasuk kemungkinan melakukan depopulasi," paparnya.Jika nantinya langkah depopulasi yang diputuskan, lanjut dia, seluruh unggas di radius sati kilometer dari titik yang terinfeksi virus H5N1 akan dimusnahkan. Prioritas depopulasi itu adalah beberapa titik yang berada di lima kecamatan di Boyolali yang dinyatakan sebagai daerah endemis AI.Lima kecamatan itu adalah Nogosari, Klego, Andong, Ngemplak dan Teras. "Prioritas itu akan ditambah satu titik di Mojosongo yaitu di daerah Jurug, tempat keluarga Nandya. Daerah itu memang berbatasan langsung dengan Kecamatan Polanharjo, Klaten, yang juga telah dinyatakan sebagai daerah endemis," lanjut Syamsudin.
(asy/)











































