6 Ekor Gajah Liar Mati Diracun

6 Ekor Gajah Liar Mati Diracun

- detikNews
Rabu, 01 Mar 2006 19:55 WIB
Pekanbaru - Enam ekor gajah liar ditemukan mati di wlayah perbatasan Riau dengan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Kuat dugaan kematian binatang dilindungi ini karena diracun.Hal tersebut diungkapkan aktivis WWF Riau, Nurchalis Fadli kepada detikcom, Rabu (1/03/2006) di Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro, Pekanbaru. Menurutnya, bangkai gajah yang terdiri dari empat induk gajah satu jantan dan satu gajah anakan itu ditemukan ditemukan tewas dalam satu lokasi."Kita duga kuat gajah ni mati karena diracun. Sebab ketika ditemukan dari mulut gajah keluar buih. Kita akan melakukan visum serta mendatangkan dokter ahli binatang untuk mengungkap kasus kematian gajah ini," kata Fadli.Pihak WWF sendiri mengetahui kematian gajah ini, dari laporan masyarakat pada 23 Februari 2006 lalu. Mendapat laporan tersebut, pihak WWF menurunkan tim ke lokasi. Dari sana diketahui, satu ekor gading gajah jantan tidak ditemukan lagi. "Kita melihat ada bekas pemotongan gading gajah tersebut," ujar Fadli.Kondisi gajah yang telah sepekan mati itu, kini mulai membusuk. Kuat dugaan, kematian ini masih terkiat unsur kesengajaan dari oknum-oknum tertentu dalam pembukaan kebun kelapa sawit. Apalagi hanya berjarak 50 meter dari loksi gajah tersebut terdapat perkebunan sawit PT MAI. Sulit memang untuk membuktikan bila gajah itu mati akibat termakan racun dari perkebunan sawit itu. Hanya saja, dari pengalaman yang ada di Riau, biasanya gajah-gajah mati secara berkelompok. Namun, akibat racun yang diolah di areal perkebunan sawit, dengan tujuan agar gajah tidak merusak tanaman tersebut."Kematian gajah kali ni bukan karena adanya perburuan, tapi ada unsur kesengajaan yang memberikan racun di sekitar lokasi tersebut. Sebab, kalau ada unsur memburu gajah, tentunya gajah anakan tidak menjadi sasaran. Dan biasanya tempat kematian selalu terpisah. Tapi ini kan menumpuk di satu lokasi," kata Fadli. Pihak WWF Riau sendiri, secara resmi telah melaporkan kasus tersebut ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau. Mereka berharap, pemerintah bisa melaporkan kasus ini kepihak kepolisian untuk melakukan penyidikan. "Karena gajah termasuk salah satu binatang yang dilindungi dunia internasional, sudah semestinya BKS dan polisi mengusut atas kasus tersebut," katanya.Sekedar diketahuim, lokasi tempat pembantaian gajah itu tidak jauh dari lokasi perkebunan kelapa sawit milik PT Maduma Alam Indah (MAI) yang berada di wilayah Tapanuli Selatan. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads