KPK Periksa Sopir Wali Kota, Dalami Dugaan Gratifikasi Pemkot Batu 2011-2017

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 19:49 WIB
Fokus Gedung KPK Baru (tidak untuk insert)
Gedung KPK (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa 2 saksi terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkot Batu periode 2011-2017. Salah seorang saksi yang diperiksa, yakni Yunedi, sopir Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Selain itu, KPK memeriksa Direktur PT Tiara Multi Teknik, Yusuf. Yunedi dan Yusuf dimintai konfirmasi perihal dugaan gratifikasi berupa uang.

"Yunedi dan Yusuf dikonfirmasi terkait dengan dugaan penerimaan gratifikasi, di antaranya dalam bentuk sejumlah uang kepada pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

KPK hari juga mengagendakan pemeriksaan Dewanti. Namun yang bersangkutan tidak bersedia memberikan keterangan.

"Dewanti Rumpoko (Wali Kota Batu periode 2017-sekarang), yang bersangkutan hadir, namun tidak bersedia untuk memberikan keterangan sebagai saksi," ungkap Ali.

Sementara itu, ada satu saksi, yakni Direktur PT Borobudur Medecon, Ferryanto Tjokro, tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Tidak ada konfirmasi dari Ferryanto.

Seperti diketahui, KPK tengah melakukan serangkaian penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkot Batu dalam kurun 2011-2017. Penyidik KPK juga sempat menggeledah ruang kerja Wali Kota Batu hingga sejumlah kantor dinas Pemkot Batu.

Penyidik KPK telah menggeledah ruang Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemkot Batu. Di sana, penyidik menyita sejumlah dokumen terkait proyek pekerjaan dan perizinan tempat wisata di Kota Batu.

Selain itu, kantor Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Penanggulangan Kebakaran, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Batu digeledah. Lalu penyidik menggeledah kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda). Ruang kerja Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga tak luput dari penggeledahan penyidik.

KPK akan terus melakukan pengembangan terkait perkara gratifikasi yang menyeret mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

(run/zak)