Bahas Persiapan Haji 2021, KJRI Jeddah Bertemu Pengusaha Hotel Asal Madinah

Puti Yasmin - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 17:11 WIB
Masjid Nabawi menggelar salat jumat untuk pertama kalinya usai ditutup akibat pandemi Corona. Sedikitnya 100.000 orang mengikuti salat dengan mengikuti protokol kesehatan ketat.
Foto: dok. Haramain Info/Bahas Persiapan Haji 2021, KJRI Jeddah Bertemu Pengusaha Hotel Asal Madinah
Jakarta -

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melakukan pertemuan dengan para pengusaha hotel asal Madinah pada Kamis (18/3/2021). Pertemuan itu dilakukan guna membahas persiapan haji 2021.

Dikutip dari laman Kemenag, pertemuan tersebut disosiasi oleh Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono bersama Konsul aji KJRI Jeddah Endang Jumali. Sedangkan pengusaha hotel asal Madinah diwakili oleh 11 perwakilan.

Menurut Eko, pertemuan ini merupakan lanjutan dari negosiasi yang sempat dilakukan di tahun 2020. Dilanjutkan sebab, pertemuan awal tersebut terhenti karena adanya pandemi COVID-19.

"Agenda ini merupakan upaya untuk saling bertukar informasi seputar penyelenggaraan haji tahun 2021, dan mempermudah koordinasi apabila keputusan dari pemerintah Arab Saudi diumumkan, sehingga semua pihak dapat melakukan antisipasi dengan cepat dan baik," kata Eko, Rabu (24/3/2021).

Pemerintah Arab Saudi sendiri belum merilis pengumuman resmi terkait pelaksanaan haji 2020. Namun, pemerintah Indonesia tetap melakukan persiapan pelaksanaan haji, walaupun kuota tidak 100%.

Lebih lanjut, Endang mengatakan para pengusaha hotel asal Madinah mengapresiasi langkah KJRI Jeddah mempersiapkan pelaksanaan haji 2020. Menurut mereka, kata Endang, kemungkinan besar haji akan dilaksanakan, seperti penyelenggaraan umrah di masa pandemi.

Adapun, penyelenggaraan umrah di masa pandemi yang dimaksud adalah, para jemaah dari luar Arab Saudi harus melakukan karantina diri di hotel selama tiga hari. Kemudian, para jamaah harus melakukan swab test untuk memastikan kesehatannya.

"Kalaupun ada pemberangkatan jemaah dari luar Saudi, para penyedia hotel menduga akan ada pembatasan karena terkait penerapan protokol kesehatan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi," ungkap dia.

Walaupun para pengusaha hotel asal Madinah belum mendapatkan izin (tasreh) di musim haji 1442 H atau 2021 ini, mereka tetap optimis bisa melaksanakannya dengan mudah bila diizinkan haji dari luar Arab Saudi tahun 2021.

"Apalagi dengan adanya kebijakan enam inisiatif pendukung sektor haji dan umroh yang baru dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi," tutup Endang.

(pay/erd)