Ini Kata Penumpang soal Sepeda Nonlipat Boleh Masuk MRT

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 11:06 WIB
Marka sepeda nonlipat (Sachril Agustin/detikcom).
Marka sepeda nonlipat di Stasiun MRT Lebak Bulus (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Sepeda nonlipat diperbolehkan masuk ke kereta MRT mulai hari ini. Apa kata penumpang MRT?

"Bagus, memudahkan orang (yang membawa sepeda nonlipat) buat transportasi. Satu, ramah lingkungan kan sepeda. Jadi kalaupun dia naik sepeda yang agak jauh, bisa menggunakan transportasi kereta," kata Fajar (29) saat ditemui di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2021).

Namun Fajar menyarankan agar saat ini kebijakan yang berlaku seperti sebelumnya, yakni hanya diperbolehkan sepeda lipat saja yang masuk ke kereta MRT. Sebab, menurutnya, ukuran sepeda nonlipat besar.

"Untuk sementara sih sepeda lipat. Mungkin ke depannya bisa dikasih space lagi buat dikasih ruangan sepeda yang nonlipat (di dalam gerbong kereta)," tambahnya.

Penumpang MRT lainnya, Reno (39), belum melihat ada orang yang membawa sepeda nonlipat ke dalam kereta MRT.

"Sepeda nonlipat kalau secara ukuran sih mengganggu. Kalau sepeda lipat kan lebih ringkas. Mungkin lebih memakan area lebih banyak kali ya kalau sepeda nonlipat. Mungkin (untuk sepeda nonlipat) ada ruangan lebih di pojokan kereta pas masuk gerbong atau (ada tempat khusus di) gerbong tertentu, gitu," kata Reno.

Ridwan (49), penumpang MRT lainnya, menganggap kebijakan sepeda nonlipat bisa masuk ke dalam kereta adalah hal yang bagus. Menurutnya, sepeda nonlipat tidak akan membuat sempit di dalam gerbong.

"Bagus, bisa buat (pesepeda) ke mana-mana. Bisa ke Senayan, ke mana, lebih enak," kata Ridwan.

"Nggak (mengganggu sepeda nonlipat), leluasa kok, sepi (kereta MRT). (Kondisi di gerbong juga) lengang," tambahnya.

Penumpang lainnya, Triono (47), ingin agar hanya sepeda lipat saja yang tetap diperbolehkan masuk ke kereta MRT. Triono menganggap adanya sepeda nonlipat di dalam MRT kurang pantas dan mengganggu saat kereta sedang penuh.

"Kurang bagus sih (sepeda nonlipat boleh masuk kereta MRT) karena kurang pantas sajalah. Kalau saya sih nggak ada masalah, ya. Kalau (kereta MRT) lagi penuh, kan (sepeda nonlipat) mengganggu yang mau turun, gitu juga," ucap Triono.

Sebelumnya, sepeda nonlipat diizinkan masuk ke dalam kereta MRT. Kebijakan itu diterapkan per hari ini atau mulai 24 Maret 2021.

Pada tahap awal implementasinya, hanya tiga stasiun MRT saja yang sudah dilengkapi dengan fasilitas jalur khusus sepeda di tangga stasiun.

"Kami ingin laporkan dulu progres persiapannya, soft launching itu direncanakan di 24 Maret pada tiga stasiun: Stasiun Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, dan Stasiun Bundaran HI," ungkap Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dalam diskusi virtual, Rabu (17/3).

Alasan peluncuran fasilitas jalur khusus sepeda baru dipasang di tiga stasiun itu saja adalah posisi ketiganya strategis. Stasiun Lebak Bulus Grab dan Bundaran HI sama-sama stasiun akhir, sedangkan Blok M BCA berada di tengah-tengah rangkaian seluruh stasiun MRT Jakarta.

"Jadi kalau Anda mau 16 km ini bisa atau di tengah berhenti di Blok M, kalau rumah Anda mungkin ada di sekitar Kebayoran Baru atau Blok A misalnya ya cukup dari Bundaran HI sampai ke Blok M BCA," tuturnya.

Simak juga 'Parkir Sepeda di Stasiun Tebet: Dulu Dirantai, Kini Ada Raknya':

[Gambas:Video 20detik]



(sab/imk)