DPP AHY Dituding Demisioner, Andi Arief Sindir Marzuki Alie dkk Takut

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 11:05 WIB
Andi Arief
Andi Arief (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Marzuki Alie sempat mengungkap alasannya mencabut gugatan terkait pemecatannya dari Partai Demokrat lantaran menganggap DPP AHY saat ini sudah demisioner. Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut itu pertanda kubu Moeldoko tidak mengakui negara dan Menkumham.

"Menyatakan Demokrat pimpinan AHY demisioner sama juga nggak mengakui negara/Menkumham yang mengesahkan tahun 2020 dan belum ada pencabutan," kata Andi Arief dalam cuitan yang dibagikan kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Andi Arief menilai pihak Demokrat kubu Moeldoko mencabut gugatan justru karena tidak siap bersidang. Mereka, kata dia, takut jejak kudeta yang dilakukan nantinya justru dibuka di persidangan.

"Jadi menurut saya, mereka mencabut gugatan karena nggak siap bersidang, karena takut jejak kudeta dibuka di persidangan," ucapnya.

Lebih lanjut Andi Arief juga menyinggung Ketum KLB Demokrat Moeldoko yang bukan mewakili negara. Karena itu, menurutnya, saat ini pihak Demokrat kubu Moeldoko tengah mengalami ketakutan atas kemungkinan pemalsuan dokumen.

"Meski Pak Moeldoko bagian penting dari negara, tetapi dia bukan negara. Negara punya sistem hukum. Kini seluruh penyelenggara KLB abal-abal alami ketakutan yang luar biasa karena terindikasi adanya pemalsuan dokumen peserta kongres yang melibatkan notaris. Menkumham juga manusia," ujarnya.

Seperti diketahui, Marzuki Alie menjawab Partai Demokrat terkait pencabutan gugatan terhadap AHY dan Partai Demokrat terkait pemecatan Marzuki Alie dkk. Marzuki menyebut gugatan itu sudah tidak relevan lagi setelah proses KLB.

"Gugatan itu seharusnya sebelum KLB. Tapi terlambat masuk setelah KLB. Sudah tidak relevan lagi, karena kami sudah direhabilitasi lewat KLB, dan kepengurusan AHY juga sudah demisioner," kata Marzuki saat dihubungi, Selasa (23/3/2021).

Marzuki membantah jika dikatakan gugatannya memiliki legal standing yang lemah. Menurutnya, sebagai korban pemecatan, dia justru memiliki legal standing yang kuat terkait gugatan tersebut.

"Yang ngomong nggak ngerti hukum, kalau legal standing, sebagai korban, saya punya legal standing yang kuat," ucapnya.

Simak juga 'Didukung Milenial, AHY: Selamatkan Demokrasi':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)