Terlibat Jaringan Tembakau Gorilla, Napi LP Cipinang Dikirim ke Nusakambangan

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 11:03 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi penjara (Foto: dok. Thinkstock)
Jakarta -

Seorang narapidana kasus narkotika asal Lapas Cipinang diduga terlibat jaringan peredaran tembakau Gorilla. Napi tersebut kini telah dipindahkan ke lapas di Nusakambangan.

"Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta kembali lakukan pemindahan narapidana terlibat peredaran gelap narkotika ke Pulau Nusakambangan," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas Rika Aprianti, dalam keterangannya, Rabu, (24/3/2021).

Pemindahan itu dilakukan pada Selasa (23/3) sore. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Marcelina Budiningsih mengatakan pemindahan ini merupakan langkah cepat sebagai antisipasi memutus mata rantai indikasi adanya pengendalian peredaran narkotika dari dalam lapas.

"Ini bentuk keseriusan dan komitmen Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM dalam memberantas narkoba, khususnya di dalam lapas dan rutan bersama-sama dengan Polri, BNN, dan masyarakat," kata Marcelina.

Saat mendapatkan informasi adanya peredaran narkoba dari lapas, Direktur Keamanan dan Ketertiban, Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan Baran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan langsung melakukan proses penelusuran hingga dilakukannya pemindahan.

"Dasar pemindahan ini adalah perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktur Keamanan dan Ketertiban pada tanggal 23 Maret 2021, Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.3-PK.01.05.08-134 tanggal 23 Maret 2021 perihal Persetujuan Izin Pemindahan Narapidana a.n Furqon Agung Tirtayasa bin Muhammad Rozali dan Surat Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Nomor: W.10.PK.01.05.08-199 tanggal 23 Maret 2021 Perihal Pelaksanaan Pemindahan WBP An. Furqon Agung Tirtayasa bin Muhammad Rozali," ujar Marcelina.

Adapun pemindahan napi tersebut berlangsung lancar menggunakan jalur darat. Sejumlah anggota Brimob dan didampingi oleh dua orang petugas Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Jakarta melakukan pengawalan dalam pemindahan tersebut dengan mengutamakan standard operating procedure (SOP) pemindahan narapidana dan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Diketahui, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus home industry tembakau Gorilla jaringan antarprovinsi. Dalam kasus ini, polisi mengamankan tujuh pelaku berinisial HA, EM, M, RZ, NPS, RSW, dan EA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan para tersangka dikendalikan oleh napi berinisial V di salah satu lapas di Jakarta dengan peran sebagai koordinator.

Dari hasil koordinasi dan penelusuran antara Polri dan Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, akhirnya Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II-A Jakarta (Lapas Narkotika Cipinang) bertindak cepat melakukan pengiriman narapidana diduga terlibat kasus peredaran tembakau Gorilla tersebut ke Pulau Nusakambangan.

Simak juga 'Produksi Tembakau Gorilla di Kamar Kos, 5 Pria Diciduk Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)