Rusak Papan Nama Monumen, Aksi Protes Freeport Nyaris Ricuh
Rabu, 01 Mar 2006 17:52 WIB
Makassar - Protes yang meminta penutupan PT Freeport Indonesia juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi yang dilakukan oleh sekitar 30 mahasiswa asal Papua ini nyaris ricuh. Aksi ini dimulai sekitar pukul 11.30 Wita. Meski hujan deras mengguyur kota Makassar, para pengunjuk rasa tetap nekat menerobos hujan, dan melakukan unjuk rasa di Monumen Mandala, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Rabu (01/03/2006). Setiba di lokasi, para mahasiswa lalu melakukan orasi yang mengecam Freeport. Para mahasiswa menganggap keberadaan Freeport di Papua lebih banyak dampak negatif dibanding positifnya. "Kehidupan warga lokal tidak berubah, sementara mereka telah mengeruk sumber daya alam Papua," ujar Buktar, salah seorang pengunjuk rasa. Buktar menuntut agar Freeport ditutup saja. "Belum lagi dampaknya terhadap lingkungan. Tanah Papua dulunya begitu Indah, tapi dirusak oleh Freeport, dan hasil alam kita dinikmati oleh mereka," terang Buktar. Aksi mahasiswa asal Papua ini diwarnai dengan pengrusakan papan nama Monumen Mandala. Para mahasiswa mencabuti huruf-huruf pada papan nama monumen. Aksi ini hampir saja berujung ricuh, pasalnya pihak pengelola monumen kesal dengan tindakan yang dilakukan mahasiswa.
(iy/)











































