RSUD Boyolali: Nandya Meninggal Bukan Karena Flu Burung

RSUD Boyolali: Nandya Meninggal Bukan Karena Flu Burung

- detikNews
Rabu, 01 Mar 2006 17:41 WIB
Solo - Nandya Kurniawan (10 tahun) yang meninggal di RSUD Boyolali, Selasa (28/2/2006) dinihari, tidak disertai indikasi terserang flu burung atau Avian Influenza (AI). Karena itu pemakamannya tidak dilakukan dengan standar pengamanan jenazah yang diduga karena AI."Sejak awal dirawat hingga meninggal, dia tidak menunjukkan terserang AI. Hanya setengah jam menjelang meninggal dia sesak napas. Pada stadium akhir biasanya memang ada terminal yang tersumbat," ujar Direktur RSUD Pandanarang, Boyolali, Yulianto Prabowo MKes, di Boyolali, Rabu (1/3/2006).Dipaparkan dia, bahwa Nandya dirawat di RSUD Boyolali sejak tanggal 22 Februari, dua hari setelah menderita sakit di rumahnya di Karangkidul RT 3 RW 4, Jurug, Mojosongo, Boyolali. Gejala yang diderita pasien adalah panas badan tinggi dan mimisan, tanpa ada indikasi mengalami problem pernapasan.Saat itu pihak rumah sakit mendiagnosa kemungkinan terserang demam berdarah. Namun karena panas badan yang semakin meninggi, mencapai 29 derajat celcius, pada tanggal 27 Februari kemungkinan itu disingkirkan dan diobservasi kemungkinan terkena typhus. Karena panas badan yang tidak turun lebih dari sepekan bukan gejala klinis demam berdarah."Hingga meninggal kami tetap tidak mendiagnosa kemungkinan dia terserang AI karena gejala klinisnya tidak mengindikasikan ke penyakit tersebut. Prosedur pemakaman Nandya juga tidak dilakukan sebagaimana yang dilakukan terhadap pasien yang diduga terserang AI," paparnya.Curiga Setelah Kakak Gagal NapasKecurigaan tentang kemungkinan terserang flu burung baru dilakukan setelah kakak perempuan Nandya, berinisial H yang juga dirawat sekamar dengannya, Selasa pagi mengalami sesak napas hebat. Akhirnya Selasa siang dirujuk ke RSUD Moewardi Solo sebagai pasien suspect AI.H masuk rumah sakit 23 Februari dengan gejala yang sama dengan Nandya. Namun Senin pagi, H mengalami sesak napas ringan dan Selasa siang sesak napas itu semakin hebat. "Karena sesak napasnya progresif, kami mencurigai kemungkinan AI dan merujukkannya ke RSUD Moewardi, Solo," ujar dr Ning Djarwati SpA, dokter yang menangani keduanya di RSUD Boyolali.Pihak RSUD Boyolali hari ini juga telah menerima informasi dari RSUD Solo bahwa kondisi pernapasan H semakin memburuk. Saat dihubungi, dr Reviono yang menangani H di RSUD Solo, hanya mengatakan belum ada perkembangan membaik dari pasien tersebut.Sterilisasi RuanganSementara itu pihak RSUD Boyolali segera mengambil langkah strerilisasi dan pengosongan untuk beberapa hari terhadap ruang 3 di kelas I yang sebelumnya pernah dipakai H dan Nandya. Langkah tersebut dilakukan atas petunjuk dari RSUD Solo sebagai salah satu rumah sakit rujukan kasus flu burung."Kami sdah melakukan sterilisasi dengan penyinaran ultra violet dan berbagi langkah lainnya termasuk pengosongan untuk sementara waktu," ujar dr Andarwati, Kabid Pelayanan RSUD Pandanarang, Boyolali. (asy/)


Berita Terkait