Soal Ribut dengan Oknum Polisi, Pemuda Pancasila Kedepankan Musyawarah

Rakha Arlyanto, Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 22:38 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Pascakeributan salah satu anggotanya dengan oknum polisi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakut Muhammad Hafidz meminta anggotanya menahan diri. Hafidz meminta anggotanya tidak terpancing.

"Kita sudah meminta klarifikasi dan meminta seluruh anggota PP di Jakarta Utara untuk bisa meredam diri dan tidak terpancing," ujar M Hafidz saat dihubungi detikcom, Selasa (23/23/2021).

Terkait perkelahian antara anggotanya berinisial A dengan oknum polisi di Cilincing, Jakarta Utara, Hafidz mengatakan pihaknya sudah melapor ke Polsek Cilincing. Namun, Hafidz membuka kemungkinan pihaknya akan menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.

"Laporan kita diterima di sana (Polsek Cilincing). Tapi tidak tertutup kemungkinan kita akan bermusyawarah. Jangan sampai melebar ke mana-mana. Saya nilai ini kesalahpahaman biasa," ujarnya.

Hafidz menyampaikan laporan terkait kasus tersebut sudah dibuat di Polsek Cilincing. Dalam kejadian itu, A mengalami luka-luka.

"Ada kontak fisik, ada luka lebam di bagian muka," imbuhnya.

Hafidz mengatakan bahwa kejadian itu hanya salah paham. Hafidz menekankan pihaknya tidak ingin kasus itu berbuntut panjang.

"Kita juga sangat tidak menginginkan adanya ribut-ribut, apalagi ribut-ribut dengan instansi. Ya, walaupun memang saudara kita A tidak tahu kalau itu polisi," jelas Hafidz.

Sebelumnya, Kapolsek Cilincing Kompol Eko BW membenarkan ada peristiwa keributan antara oknum polisi dengan salah satu anggota ormas pada Senin (22/3) dini hari lalu. Kasus itu ditangani oleh Propam.

"Untuk anggotanya sudah diserahkan ke Propam satuannya," imbuh Eko saat dihubungi detikcom, Senin (22/3).

Senada dengan M Hafidz, menurut Eko, kejadian itu murni kesalahpahaman saja.

(ygs/mea)