Pemerintah Dinilai Perlu Gaet Tokoh Agama Jadi Influencer Vaksinasi Corona

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 21:50 WIB
Jakarta -

Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai pemerintah perlu menggaet influencer untuk urusan vaksinasi Corona (COVID-19). Tokoh agama dinilai cocok menjadi influencer vaksinasi Corona.

"Kalau boleh saya menyarankan bahwa influencer-influencer dari sudut komunikasi, harus tokoh-tokoh agama, para kiai-kiai, jangan terlalu mudah memakai influencer-influencer yang berprofesi di bidang entertainment," ujar Emrus Sihombing dalam program d'Rooftalk bertema 'Hukum Darurat Vaksin AstraZeneca' di detikcom, Selasa (23/3/2021).

Emrus menilai influencer dari kalangan artis tidak selalu diterima oleh masyarakat. Ia khawatir apa yang disampaikan para artis tersebut tidak mereka terapkan di kehidupan sehari-hari.

"Karena vaksin COVID-19 adalah persoalan trust, persoalan kepercayaan, saya kira pemerintah memperbanyak influencer itu dalam teori komunikasi kita kenal dengan 'opini leader'," kata Emrus Sihombing.

"Supaya para tokoh agama kita, para kiai kita, maju ke depan, tentu digerakkan oleh pemerintah supaya menjadi tokoh panutan bagi kita," lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengusulkan agar pemerintah melibatkan Habib Rizieq menjadi salah satu influencer program vaksinasi. Langkah itu dianggap bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program vaksin COVID-19.

"Saya mengusulkan Habib Rizieq Shihab pun kalau perlu jadi influencer vaksinasi, karena ini supaya orang tidak melihat ini isu politik, tapi ini isu bersama," ujar Burhanuddin dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia yang berlangsung secara daring, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (21/3).

Dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia dijelaskan tercatat ada 81 persen responden yang menilai faktor kehalalan vaksin COVID-19 jadi salah satu isu penting. Survei dilakukan pada Februari 2021.

Satgas COVID-19 merespons adanya usulan agar pemerintah menggaet Habib Rizieq Shihab sebagai salah satu influencer vaksinasi COVID-19. Satgas menyebut sampai saat ini pemerintah terus menyosialisasi program vaksinasi nasional.

"Pada prinsipnya masyarakat perlu mengetahui bahwa tripsin yang digunakan ini sebagai katalisator dalam pengembangan vaksin dan tidak menjadi kandungan secara langsung di dalam produk vaksin. Pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan program vaksinasi nasional program vaksinasi tahap kedua," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers secara online, Selasa (23/3).

Pada awal mula sosialisasi vaksinasi, pemerintah menjadikan artis, salah satunya Raffi Ahmad, sebagai influencer vaksinasi COVID-10. Namun, malam harinya usai divaksinasi, Raffi malah menghadiri pesta.

(isa/jbr)