Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Sumsel Dibongkar, 4 PSK Diamankan

Prima Syahban - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 21:08 WIB
Penertiban warung esek-esek di Banyuasin, Sumatera Selatan.
Penertiban warung esek-esek di Banyuasin, Sumatera Selatan. (Prima Syahbana/detikcom)
Banyuasin -

Satpol PP Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), membongkar warung kopi yang disalahgunakan jadi tempat prostitusi. Empat wanita diduga penghibur diamankan.

"Iya benar tadi kita menggelar penertiban warung kopi yang disalahgunakan peruntukannya. Diduga dijadikan tempat berbuat maksiat," kata Kasatpol PP Banyuasin Indra Hadi kepada wartawan, Selasa (23/3/2021).

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum) Pol PP Banyuasin Bustanil Arifin menambahkan warung ini rencana dibongkar sejak 2019. Pada saat itu pemilik warung sudah mendapat teguran.

Pada 2019, kata Bustanil, pemilik warung bernama S berjanji tidak lagi menyalahgunakan warungnya menjadi lokasi maksiat. Namun pada 2020, ketahuan lagi hanya tak jadi dibongkar lantaran sang pemilik berjanji akan berjualan saja.

"Pemilik tetap mau berjualan dengan membuat pernyataan apabila ketahuan kembali ada transaksi lagi semacam itu akan kita bongkar," katanya.

Pada awal tahun ini, warung itu berpindah tangan ke seorang wanita berinisial M. Warga melapor bahwa warung kopi tersebut masih menjadi lokasi prostitusi.

"(Tanggal) 23 Maret dini hari kami melakukan pengecekan bahwa benar warung tersebut digunakan Ibu M sebagai tempat prostitusi, yang mana Ibu M mendapat uang Rp 50 ribu dari setiap pelanggan yang booking anak buahnya," ujar Bustanil.

"Dalam penertiban dan pembongkaran warung itu, kita menemukan kondom bekas pakai. Selain itu, kita juga mengamankan empat orang wanita yang diduga merupakan wanita penghibur (PSK)," ungkapnya.

Keempat wanita tersebut diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Para wanita itu akhirnya dipulangkan guna mendapat pembinaan pihak keluarganya.

"Usai dilakukan pemeriksaan dan pendataan, keempat wanita itu kita kembalikan ke keluarganya untuk diawasi dan dibina agar berubah," jelasnya.

(idn/idn)