ADVERTISEMENT

MK Putuskan PSU di 9 TPS, Kubu Erik Bakal Adukan KPU Labuhanbatu ke DKPP

Ahmad FIM - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 19:13 WIB
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) berpakaian hazmat membantu pemilih menggunakan hak pilihnya di TPS 46 Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (9/12/2020). Penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap tersebut untuk meyakinkan masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Tangerang Selatan 2020 meski di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.
Foto: Ilustrasi Pilkada (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Labuhanbatu -

Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), di sembilan TPS. Kubu calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar, bersyukur atas putusan itu.

"Terima kasih kepada majelis hakim yang sudah memutus seadil-adilnya karena itu memperlihatkan adanya pelanggaran dalam proses pemungutan suara di Pilkada Labuhanbatu," kata salah satu kuasa hukum Erik-Ellya, Akhyar Idris Sagala, saat dimintai konfirmasi, Selasa (23/3/2021).

Akhyar menilai putusan MK tersebut sudah tepat. Meski demikian, dia mengatakan pihaknya mengajukan gugatan untuk PSU di 35 TPS.

"Terkait jumlah TPS yang dikabulkan itu, memang awalnya target kita tak banyak hanya sebatas 14 TPS yang telah direkomendasikan Bawaslu ada pelanggaran di situ. Namun karena kemarin ada pelanggaran yang lain, kita mintakan 35 TPS," katanya.

Akhyar mengatakan pihaknya sedang membahas kemungkinan melaporkan anggota KPU Labuhanbatu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Dia mengatakan putusan MK menunjukkan pelanggaran terjadi di Pilkada Labuhanbatu.

"Kita sedang membahas apakah komisioner KPU ini akan kita laporkan ke DKPP karena, berdasarkan putusan, ada pelanggaran-pelanggaran yang nyata, sudah terjadi," katanya.

"Namun tidak menutup kemungkinan juga kita akan melakukan upaya hukum pidana," sambungnya.

Sementara itu, Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi mengatakan pihaknya menerima putusan MK. Dia mengatakan KPU masih membahas persiapan di sembilan TPS itu.

"Kami siap melaksanakan sesuai keputusan MK," kata Wahyudi.

Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya memerintahkan PSU di Pilbup Labuhanbatu. MK menyatakan ada kecurangan di sejumlah TPS.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT