Penjelasan Pemuda Pancasila soal Perkelahian Anggotanya dengan Oknum Polisi

Rakha, Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 17:33 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Seorang oknum polisi diduga terlibat perkelahian dengan pria inisial A, anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) di sebuah kafe di Cilincing, Jakarta Utara. Pihak PP mengatakan kejadian tersebut hanya kesalahpahaman.

"Jadi saya pikir ini cuma kesalahpahaman biasa. Keributan-keributan biasa, kebetulan anggota saya di situ, hanya melerai. Cuma mungkin dipersepsikan salah," kata Ketua Majelis Pimpinan Cabang PP Jakarta Utara M Hafidz saat dihubungi detikcom, Selasa (23/3/2021).

Hafidz mengaku belum mengetahui kronologi detail soal keributan yang sempat terjadi itu. M Hafidz juga menjelaskan keberadaan A di kafe tersebut sebagai kapasitas pribadi, bukan sebagai anggota PP.

"Kita prinsipnya begini, keberadaan Saudara A bukan sebagai anggota PP, tapi sebagai pribadi, karena tidak memakai atribut. Kita juga sangat tidak menginginkan adanya ribut-ribut, apalagi ribut-ribut dengan instansi," ujar Hafidz.

Lebih lanjut Hafidz mengatakan A sebetulnya tidak mengetahui yang berselisih dengannya adalah oknum polisi.

"Memang saudara kita A ini tidak tahu itu polisi," ungkapnya.

Untuk diketahui, keributan terjadi antara seorang oknum polisi dan seorang anggota ormas. Keributan tersebut terjadi di sebuah kafe di Cilincing, Jakarta Utara.

Kapolsek Cilincing Kompol Eko BW membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada Senin (22/3) dini hari tadi.

"Bukan berantem, cuma kesalahpahaman. Yang penting itu kesalahpahaman di tempat hiburan kafe," kata Eko saat dihubungi detikcom, Senin (22/3).

"Bukan pemukulan. Kesalahpahaman ya, cekcok mulut. Udah, gitu aja," sambungnya.

Eko belum memerinci perihal awal mula keributan tersebut. Namun dia menyebut oknum polisi yang terlibat keributan telah diserahkan ke Propam sesuai dengan satuannya.

"Untuk anggotanya sudah diserahkan ke Propam satuannya," imbuh Eko.

(ygs/mei)