ADVERTISEMENT

Polres Solo Digugat Pulihkan Nama Pria yang Komentari Negatif Jabatan Gibran

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 17:12 WIB
Boyamin Saiman
Boyamin Saiman (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -

LBH Mega Bintang Solo 1997 dan Yayasan Mega Bintang Solo Indonesia 1997 mengajukan gugatan praperadilan terkait dengan pria asal Slawi, Tegal, Arkham Mukmin, yang diciduk polisi lantaran mengunggah komentar yang menyinggung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Yayasan Mega Bintang Solo meminta Polresta Surakarta merehabilitasi dan memulihkan nama baik Arkham atas penangkapan itu.

"Nah, yang utama sebenarnya yang bersangkutan apa pun, menurut kami, menurut saya, itu ada potensi dia trauma karena apa pun sempat diambil dari tempatnya dan diberitakan kemudian bahkan minta maaf ditayangkan dalam bentuk video begitu," kata Ketua Yayasan Mega Bintang Solo 1997 Boyamin Saiman kepada wartawan, Selasa (23/3/2021).

Boyamin menyebut Arkham bisa mengalami trauma dan malu karena berita penangkapan oleh polisi itu sudah tersebar di beberapa media. Berangkat dari itu, Boyamin menggugat Polresta Surakarta untuk melakukan konseling psikologis dan membuat surat pernyataan tidak ada proses hukum dari polisi.

"Saya melihatnya bisa jadi dia trauma atau perasaan tidak enak atau malu. Maka dari itu, salah satu gugatan praperadilan itu tujuannya untuk meminta, memohon kepada hakim untuk memerintahkan Polresta Surakarta melakukan rehabilitasi kepada yang bersangkutan, bisa dalam bentuk konseling psikologis atau apa pun, yang penting rehabilitasi atau dinyatakan bahwa dengan surat resmi bahwa dia juga tidak ada persoalan dan kemudian tidak ada proses hukum," katanya.

Boyamin mengatakan penangkapan Arkham oleh polisi bisa melekat erat di ingatan masyarakat. Untuk itu, ia meminta hakim membuat psikologi Arkham kembali seperti semula sehingga ia punya harkat dan martabat di mata manusia.

"Jadi sampai saat ini masyarakat bisa saja menilai Arkham itu kan kena persoalan hukum kan, sementara tidak cukup dengan pemberitaan, maka dengan perintah rehabilitasi dari hakim itulah untuk mengembalikan psikologi anaknya dan mengembalikan keadaan yang semula bahwa dia punya harkat martabat dan kehormatan bahwa dia manusia bebas," ujarnya.

Untuk diketahui, AM berkomentar pada sebuah posting-an akun @garudaevolution yang bicara soal Gibran yang meminta agar laga semifinal dan final piala Menpora digelar di Solo. AM lewat akun Instagramnya, @arkham_87, berkomentar, "Tau apa dia tentang sepakbola, taunya cmn dikasih jabatan saja," pada Sabtu (13/3).

Polisi menyebut komentar itu mengandung hoax. Namun Boyamin melihat justru hal itu sebagai suatu kritik yang lumrah dilontarkan kepada pejabat negara.

"Berkaitan dengan komentar Arkham dalam Instagram itu, menurut kami itu, kriterianya masih kritik dan itu kan bukan sesuatu yang sifatnya menyerang pribadi hanya menyatakan konteksnya itu kan istilahnya melakukan kemampuan Gibran, boleh-boleh saja kan meragukan itu kan, dan itu kan dalam pengertian itulah saya berpikir itu bukan suatu yang sifatnya serangan pribadi tapi itu adalah sebuah kritik," ungkapnya.

Bak gayung bersambut, Boyamin kemudian mendapat surat panggilan dari Pengadilan Negeri Surakarta untuk hadir pada persidangan 29 Maret mendatang.

"Sudah dapat panggilan sidang tanggal 29 Maret," kata Boyamin.

Lihat Video: Penjelasan Polri soal Netizen yang 'Diproses' Usai Komentari Gibran

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT