Dinkes: Sulsel Semua Sinovac, Pria Meninggal Usai Vaksin Masih Diinvestigasi

Hermawan Mappiwali, Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 16:34 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto Ilustrasi (Thinkstock)
Makassar -

Sulaiman Daeng Tika (50) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami demam dan sesak napas tak lama setelah disuntik vaksin COVID-19. Tak lama kemudian, Sulaiman meninggal dunia usai seminggu divaksinasi. Sulaiman disuntik dengan vaksin Sinovac.

"Sulsel semuanya Sinovac," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Nurul AR saat dikonfirmasi, Selasa (23/3/2021).

Dia juga membantah isu liar yang menyebutkan Sinovac yang digunakan telah masuk masa kedaluwarsa. Ada kemungkinan penyebab meninggalnya Sulaiman berkaitan dengan penyakit bawaan atau komorbid. Namun itu harus dipastikan oleh tim independen.

"Expired multidose-nya masih lama. Semua kemungkinan bisa (komorbid), ada hubungan atau tidak dengan vaksin kita tunggu laporan hasil investigasi Tim Independen," kata Nurul.

Sebelumnya diberitakan, putra ketiga almarhum, Mahmud (20), mengatakan ayahnya, yang merupakan karyawan outsourcing PLN, menjalani vaksinasi periode pertama di kantornya di PLN Gardu Induk Daya, Makassar, Senin (15/3). Tapi, dua hari sejak divaksinasi, Rabu (17/3), Sulaiman disebut mulai demam dan merasa ngilu seluruh badan hingga mengalami sesak napas.

Pada Senin (22/3) pagi, karena tak tahan akan kondisinya, Sulaiman memilih pergi berendam di pantai berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya dengan maksud agar suhu badannya membaik. Namun hal itu urung terjadi. Kondisi Sulaiman semakin lemas hingga harus dievakuasi warga kembali ke rumahnya.

"Cukup lama di rumah, Bapak sempat mandi, baru dibawa ke puskesmas," katanya.

Karena kondisinya tak kunjung membaik, Sulaiman dirujuk dari puskesmas ke salah satu rumah sakit di Makassar. Namun, saat di rumah sakit, Sulaiman dinyatakan meninggal dunia.

(nvl/idh)