Formula E Ditunda, Jakpro Jelaskan Nasib Duit Hampir Rp 1 T yang Dibayarkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 16:11 WIB
Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam ring road Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. *** Local Caption ***
Rencana sirkuit Formula E di GBK (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta -

Pagelaran Formula E di DKI Jakarta resmi ditunda ke tahun 2022. Jakpro selaku pihak yang ditunjuk sebagai penyelenggara buka suara soal dana yang sudah dikeluarkan hampir Rp 1 triliun oleh Pemprov DKI.

"Dana tersebut tidak hangus. Karena Jakarta Eprix ditunda hingga 2022, uang yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk event di tahun 2022," kata Project Director Sportainment PT Jakarta Propertindo (Perseroda) M Maulana dalam keterangannya, Selasa (23/3/2021).

Dana hampir Rp 1 triliun itu terungkap dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2019. BPK merinci, secara total sekitar Rp 983,31 miliar yang telah dibayarkan. Rinciannya adalah Rp 560,31 miliar digunakan untuk membayar commitment fee Formula E. Dana setengah triliun rupiah lebih itu dibayarkan pada 2019 dan 2020.

Menurut catatan BPK, Pemprov DKI membayar bank garansi senilai GBP 22 juta atau setara Rp 423 miliar. Namun terkait bank garansi ini, PT Jakpro telah renegosiasi pada 13 Mei 2020 kepada FEO untuk penarikan bank garansi dan telah disetujui.

Maulana pun menerangkan commitment fee Formula E tidak dikembalikan karena ajang Formula E hanya ditunda. Dia pun menyinggung soal gelaran olahraga internasional yang juga tertunda akibat pandemi.

"Kita tidak mau membatalkan Formula E di Jakarta, hanya menunda. Karena itu, commitment fee yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk pelaksanaan event ini 2022 nanti," paparnya.

Maulana mengatakan commitment fee itu nantinya akan dikembalikan lagi ke Pemprov untuk pembiayaan logistik acara, penginapan pembalap dan tim yang jumlahnya sampai 2.000 orang. Termasuk pembuatan tribun acara, hadiah pemenang, sampai sertifikasi event.

"Agar sesuai dengan standar internasional, termasuk juga airtime televisi internasional yang menyiarkan kegiatan ini secara langsung, di mana wajah Jakarta akan tampil di dalamnya dan menjadi sorotan dunia," jelas dia.

Sampai saat ini proses penyelenggaraan itu disebut bakal lebih mudah. Maulana menyebut pihaknya sedang berdiskusi dengan pihak swasta untuk berkolaborasi menyukseskan Formula E 2022.

Lokasi ajang balap ini sampai sekarang masih dalam pertimbangan ke beberapa lokasi yang memiliki potensi menunjukkan city brand dari Jakarta.

Tonton juga Video: Sudah Sejauh Apa Izin dan Persiapan Penyelenggaraan Formula E 2022?

[Gambas:Video 20detik]



(idn/fjp)