Pak Harto Dapat Penghargaan Serangan Oemoem 1 Maret 1949

Pak Harto Dapat Penghargaan Serangan Oemoem 1 Maret 1949

- detikNews
Rabu, 01 Mar 2006 15:50 WIB
Yogyakarta - Tahukah Anda hari ini Rabu (1/3/2006) sejatinya adalah hari yang bersejarah? Pada zaman Orba dulu, hari ini lazim diperingati sebagai Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949. Dan untuk mengenangnya, mantan Presiden RI HM Soeharto dianugerahi penghargaan.Selain Pak Harto, yang dianugerahi penghargaan SO 1 Maret adalah Panglima Besar Jenderal Soedirman dan (alm) Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima penghargaan serta para pejuang lainnya yang berjasa dalam peristiwa tersebut.Acara penganugerahan penghargaan itu diselenggarakan oleh Forum Kawula Muda Ayodya Tulada saat menggelar acara peringatan SO 1 Maret 1949 di depan Monumen SO 1 Maret di Jl Ahmad Yani, Yogyakarta, (1/3/2006). "Tidak hanya tokoh atau pejuang seperti (alm) Sri Sultan HB IX, (alm) Panglima Besar Jenderal Soedirman atau Letkol Soeharto saja, tetapi juga semua pejuang yang berjasa saat peristiwa penyerangan itu," kata Ketua Umum Forum Kawula Muda Ayodya Tulada, RMHerdjuno Soedibyo, kepada wartawan seusai acara peringatan.Menurut dia, jasa mereka sangat besar ketika RI yang beribukota di Yogyakarta waktu itu diduduki oleh tentara Belanda sejak bulan Desember 1948. Serangan Oemoem 1 Maret 1949 itu berhasil menunjukkan kepada dunia luar bahwa Indonesia, terutama Tentara Republik Indonesia, belum lumpuh dan masih melakukan perlawanan dengan bergerilya. Bahkan Tentara Belanda kemudian menarik pasukannya dari Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 atau dikenal peristiwa Yogya Kembali. "Pak Dirman bersama pasukannya terus melakukan perjuangan dengan bergerilya waktu itu. Dan Sultan HB IX dan Letkol Soeharto yang berada di Yogyakarta juga berjasa saat peristiwa itu. Termasuk para pejuang dan laskar lainnya yang ikut bertempur waktu itu," katanya.Diakui Herdjuno, kegiatan bertujuan mengingatkan dan mengangkat kembali semangat kebersamaan, kejuangan dan jiwa kepahlawanan dalam SO 1 Maret 1949 yang dirasa mulai memudar. Banyak generasi muda yang mulai melupakan nilai-nilai kejuangan dan patriotisme perjuangan mereka. Padahal banyak pejuang yang gugur dalam peristiwa itu.Tidak hanya itu saja, katanya, patriotisme saja tapi juga semangat kebersamaan dalam perjuangan sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa ini. Termasuk bahu-membahunya antara rakyat dengan tentara saat itu."Kami hanya ingin mengingatkan, banyak makna yang bisa dipetik dari peristiwa SO 1 Maret 1949," katanya.Menurut dia, acara pemberian penghargaan secara sederhana itu berlangsung khidmat, meski keluarga Soeharto tidak ada yang datang. Sedangkan beberapa keluarga pejuang lainnya juga tampak hadir untuk menerima penghargaan. "Meski tidak ada keluarga yang hadir mewakili, kami akan menyerahkan penghargaan ini dilain waktu ke Jakarta," katanya.Sebelum dilakukan acara peringatan hari ini, dilakukan malam tirakatan yang digelar di Monumen Tetenger SO 1 Maret 49 yang berada di Kulon Keben Kraton Yogyakarta pada hari Selasa (28/2/2006) malam. Sebelum acara pemberian penghargaan dilakukan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara. Mulai sore ini akan dilakukan acara defile Peringatan 57 tahun SO 1 Maret 1949, mulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali sebelah utara Hotel Garuda, melewati Malioboro menuju panggung kehormatan di depan Gedung Agung dan berakhir di Alun-alun Utara. (nrl/)


Berita Terkait