BRR Diminta Tidak Sisakan Anggaran 2006 Rp 8 Triliun
Rabu, 01 Mar 2006 15:49 WIB
Jakarta -
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias diminta tidak menyisakan anggaran untuk tahun 2006 sebesar Rp 8 triliun. Jangan sampai kejadian seperti di tahun 2005 terulang lagi.Tahun lalu BRR menyisakan setengah dari anggaran yag dikucurkan pemerintah, yakni sekitar Rp 2 triliun dari Rp 4 triliun yang dianggarkan."Pembangunan rumah harus dipercepat. Masalah tanah harus diselesaikan. Jangan sampai anggaran 2006 masih sisa," kata Ketua DPRD Aceh Sayed Fuad Zakaria usai Rakor Polhukam bersama Mendagri, Menkeu, Bappenas, Menteri PU dan pemerintah Aceh di kantor Kementerian Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (3/1/2006).Karenanya BRR diminta segera menggenjot pembangunan rumah di Aceh yang sudah sangat mendesak diselesaikan.Sayed lalu mengusulkan untuk dibentuk satuan kerja agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, mulai dari tender, pembangunan rumah dan pengadaan sarana pendukung, seperti pasir, kayu semen dan kerikil, dapat teratasi."Karena di sana persediaan menipis, bagaimana solusinya? Tapi juga jangan sampai merusak lingkungan, terserah nanti Menteri Kehutanan dalam pengelolaan rehabilitasi di Aceh," kata Sayed.Dia juga menjelaskan, sarana pendukung fasilitas pembangunan rumah di Aceh bisa diambil dari luar Aceh agar rehabilitasi segera diselesaikan. Selain rumah, prioritas pembangunan yang ditunggung-tunggu adalah jalan, sekolah dan fasilitas umum lainnya.Di tempat yang sama, Mendagri M Ma'ruf meminta BRR meminimalkan bahan baku kayu untuk keperluan pembangunan rumah. Ini untuk mempercepat pembangunan rumah dengan sumber kayu yang sangat terbatas. Tahun ini BRR ditargetkan membangun 78 ribu rumah. Untuk membangun rumah sebanyak itu dibutuhkan 200 meter kubik kayu.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































