11 Warga Sekitar Kandang Merpati Diambil Sampel Darahnya
Rabu, 01 Mar 2006 15:45 WIB
Semarang -
Kewaspadaan terhadap menularnya virus flu burung terhadap manusia memang harus terus ditingkatkan. Di Semarang, gara-gara merpati dinyatakan positif mengidap flu burung, 11 orang yang tinggal di sekitar kadang merpati tersebut diambil sampel darahnya.Pengambilan sampel darah dilakukan di sekitar rumah Oei Thong Gie (bukan Kei Thon Jie), Jalan Senjoyo V Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Semarang, Rabu (1/3/2006). Sedangkan yang bertugas mengambil sampel darah adalah Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kota Semarang dan disaksikan pihak kecamatan setempat.Ke-11 orang yang diambil sampel darahnya terdiri dari 5 tetangga sebelah kanan, 4 tetangga sebelah kiri dan dua anggota keluarga sang empunya merpati. Sampel darah mereka dikirim ke Balitbang Depkes RI bersama dengan sampel darah warga Klaten dan Boyolali.Petugas Dinkes Wigati Ari Murtini menyatakan, hasil penelitian itu bisa diketahui seminggu setelah dikirim. "Kalau positif, maka akan ada tindak lanjut. Kalau tidak, ya kami minta mereka waspada saja," katanya.Selama ini, lanjut Wigati, pihaknya terus memantau kemungkinan tertularnya virus avian influenza (AI) ke manusia di Semarang. Karena itu, begitu ada laporan yang menyatakan ada unggas yang positif tertular flu burung, pihaknya langsung melakukan cek darah pada orang-orang di sekitar lokasi tertularnya unggas tersebut.Sementara Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Semarang Totok Susanto menyebutkan, beberapa waktu sebelumnya, pihaknya mendapat laporan ada penularan virus AI pada sejumlah unggas di Kelurahan Sendang Mulyo. Namun setelah dicek, ternyata unggas-unggas tersebut negatif.Pengambilan sampel darah itu membuat suasana di sekitar lokasi jadi beda dari biasanya. Kawasan yang biasanya sepi itu mendadak agak ramai. Puluhan orang berkerumun. Beberapa orang di lokasi mengaku puas dengan tindakan tersebut."Ya syukur kalau sudah ada tindakan. Jadi kami kan tidak perlu was-was. Kalau pun ada yang terjangkit ya harus cepat diobati," kata salah satu warga.
(iy/)










































