Round-up

Serangan ke Petugas saat Hendak Sita Orang Utan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 05:15 WIB
A Sumatran orangutan sits in a cage before being repatriated from Thailand to Indonesia after having been smuggled into the kingdom, at Suvarnabhumi Airport in Bangkok in December 17, 2020. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Ilustrasi (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Jakarta -

Proses penyitaan orang utan dari rumah salah satu rumah tokoh masyarakat di Binjai, Sumatera Utara berlangsung ricuh. Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) yang hendak melakukan penyitaan itu pun mendapat serangan secara tiba-tiba dari sekelompok orang tak dikenal.

Informasi yang diterima detikcom, Senin (22/3/2021) kericuhan terjadi di Binjai, Sumut. Kejadian disebut berawal saat petugas BKSDA Sumut akan melakukan penyitaan orang utan.

Ormas yang ada di lokasi itu disebut menolak menyerahkan anak orang utan dan melempari petugas. Kaca mobil petugas pecah.

Petugas yang ada di lokasi kemudian melarikan diri di Markas Brimob Binjai. Belum diketahui detail ada tidaknya korban akibat peristiwa ini.

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Teguh Setiawan, buka suara terkait peristiwa itu. Teguh mengatakan awalnya proses penyitaan berlangsung kondusif meski orang utannya tidak berhasil dibawa.

Teguh mengatakan pemilik orang utan itu meminta waktu seminggu. Pemilik berjanji akan menyerahkan langsung ke BBKSDA.

"Tadi pagi, kami BKSDA Sumatera Utara dan TNGL bersama mitra kerja kami OIC dan Sumeko itu melakukan evakuasi orang utan dari salah satu rumah tokoh masyarakat Kota Binjai. Situasi kondusif, hanya saja si pemilik rumah minta waktu satu minggu, nanti menyerahkan langsung ke BKSDA. Kita pegang janji itu," ucap, Teguh, kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Teguh mengatakan karena pemilik orang utan sudah berjanji, mereka pergi meninggalkan rumah itu. Tapi, tidak jauh dari rumah pemilik orang utan, petugas BBKSDA malah mendapat serangan dari orang tak dikenal.

"Ketika keluar dari rumah itu, sekitar 500 (meter) sampai 1 kilometer, dilempari mobil kita oleh orang yang tidak dikenal," ucapnya.

Serangan itu hingga membuat kaca mobil petugas pecah. Mereka pun membuat laporan polisi atas peristiwa itu.

"Lagi proses pembuatan laporan, terkait perusakan," jelas Teguh.

Belum diketahui kenapa serangan itu terjadi. Serta apa motif sekelompok oran gitu menyerang petugas BBKSDA.

(eva/lir)